Saturday, 30 May 2015

Makalah Statistika, Uji Rank Spearman

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Statistika adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data. Atau dengan kata lain, statistika menjadi semacam alat dalam melakukan suatu riset empiris.Dalam menganalisis data, para ilmuwan menggambarkan persepsinya tentang suatu fenomena. Deskripsi yang sudah stabil tentang suatu fenomena seringkali mampu menjelaskan suatu teori. (Walaupun demikian, orang dapat sajaberargumentasi bahwa ilmu biasanya menggambarkanbagaimana sesuatu itu terjadi, bukannya mengapa). Penemuan teori baru merupakan suatu proses kreatif yang didapat dengan cara mereka ulang informasi pada teori yang telah ada atau mengesktrak informasi yang diperoleh dari dunia nyata. Pendekatan awal yang umumnya digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena adalah statistikadeskriptif.
Di Indonesia Pengantar Statistika telah dicantumkan dalam kurikulum Matematika Sekolah Dasar sejak tahun1975. Hal itu disebabkan karena sekitar lingkungan kita berada selalu berkaitan dengan Statistik. Misalnya di kantor kelurahan kita mengenal statistik desa, di dalamnya memuat keadaan penduduk mulai dari banyak penduduk, pekerjaanya, banyak anak, dan sebagainya.
Dan banyaknya cara yang ditemukan untuk menghitung uji statistik, sehingga penting bagi kita mempelajarinya khususnya cara menghitung uji statistik dengan cara Spearman Rho.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari Rank Spearman corelation?
2.      Bagaimana Langkah  - langkah penggunaan rank spearman corelation ?
3.      Bagaimana Contoh perhitungan rank spearman corelation?
C.     Tujuan Pembahasan
1.      Agar kita tahu tentang rank spearman corelation
2.      Agar kita tahu langkah langkah penggunaan rank spearman corelation
3.      Agar kita bisa cara perhitungan dengan menggunakan rank spearman corelation.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Rank Spearman Corelation
Korelasi Spearman merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif dua variabel bila datanya berskala ordinal (ranking). Nilai korelasi ini disimbolkan dengan  (dibaca: rho). Karena digunakan pada data berskala ordinal, untuk itu sebelum dilakukan pengelolahan data, data kuantitatif yang akan dianalisis perlu disusun dalam bentuk ranking.
Nilai korelasi Spearman berada diantara -1 <  < 1. Bila nilai = 0, berarti tidak ada korelasi atau tidak ada hubungannya antara variabel independen dan dependen. Nilai  = +1 berarti terdapat hubungan yang positif antara variabel independen  dan dependen. Nilai  = -1 berarti terdapat hubungan yang negatif antara variabel independen  dan dependen. Dengan kata lain, tanda “+” dan “-“ menunjukkan arah hubungan di antara variabel yang sedang dioperasikan.
Uji signifikansi Spearman menggunakan uji Z karena distribusinya mendekati distribusi normal. Kekuatan hubungan antara variabel ditunjukkan melalui nilai korelasi. Berikut adalah tabel nilai korelasi makna nilai tersebut :
No
Nilai
Makna
1
0,00 – 0,19
Sangat rendah/lemah
2
0,20 – 0,39
Rendah/lemah
3
0,40 – 0,59
Sedang
4
0,60 – 0,79
Tinggi/kuat
5
0,80 – 1,00
Sangat Tinggi/ kuat
            Tabel 1. Nilai korelasi makna rank spearman
B.     Langkah Langkah Penggunaan Rank Spearman Corelation
Langkah – langkah untuk menghitung  adalah :
a.       Menentukan formulasi hipotesis (H1 dan H0)
b.      Menentukan taraf nyata (α = 0,05) untuk menentukan  tabel
c.       Menyusun tabel penolong untuk menentukan  hitung
d.      Menghitung nilai  hitung dengan rumus :
Bila hitung > tabel, maka H1 diterima
Bila hitung < tabel, maka H0 diterima
e.       Melakukan uji signifikansi menggunakan uji Z

C.     Contoh Penggunaan Rank Spearman corelation
Ada 10 orang responden yang diminta untuk mengisi daftar pertanyaan tentang Motivasi dan Prestasi dalam sebuah kantor. Jumlah responden yang diminta mengisi daftar pertanyaan itu 10 karyawan, masing-masing diberi nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10. Nilai yang diberikan oleh kesepuluh responden tentang Motivasi dan Prestasi itu diberikan pada contoh berikut. Yang akan diketahui adalah apakah ada hubungan antara Motivasi dengan Prestasi.
Berdasarkan hal tersebut maka:
1.                  Judul penelitian adalah : Hubungan antara Motivasi dengan Prestasi.
2.                  Variabel penelitiannya adalah : nilai jawaban dari 10 responden tentang Motivasi (Xi) dan Prestasi (Yi)
3.                  Rumusan masalah: apakah ada hubungan antara variabel Motivasi dan Prestasi?
4.                  Hipotesis:
Ho: tidak ada hubungan antara variabel Motivasi dan Prestasi.
Ha: ada hubungan antara variabel Motivasi dan Prestasi
5.                  Kriteria Pengujian Hipotesis
§  Ho ditolak   bila harga ρ hitung > dari ρ tabel
§  Ho diterima bila harga ρ hitung ≤ dari ρ tabel
Penyajian data
Jawaban responden yang telah terkumpul ditunjukkan pada Tabel 1 berikut ini:
Tabel 2. Data Motivasi Dan Prestasi
Nomor responden
motivasi
prestasi
1
9
8
2
6
7
3
5
6
4
7
8
5
4
5
6
3
4
7
2
2
8
8
9
9
7
8
10
6
6

6.                   Perhitungan untuk pengujian Hipotesis
            Data tersebut diperoleh dari sumber yang berbeda yaitu Motivasi (Xi) dan Prestasi (Yi). Karena sumber datanya berbeda dan berbentuk ordinal, maka untuk menganalisisnya digunakan Korelasi Rank yang rumusnya adalah:
                   
Korelasi Spearman rank bekerja dengan data ordinal. Karena jawaban responden merupakan data ordinal, maka data tersebut diubah terlebih dahulu dari data ordinal dalam bentuk ranking yang caranya dapat dilihat dalam Tabel 3.
Bila terdapat nilai yang sama, maka cara membuat peringkatnya adalah: Misalnya pada Xi nilai 9 adalah peringkat ke 1, nilai 8 pada peringkat ke 2, selanjutnya disini ada nilai 7 jumlahnya dua. Mestinya peringatnya kalau diurutkan adalah peringkat 3 dan 4. tetapi karena nilainya sama, maka peringkatnya dibagi dua yaitu: (3 + 4) : 2 = 3,5. akhirnya dua nilai 7 pada Xi masing-masing diberi peringkat 3,5. Selanjutnya pada Yi disana ada nilai 8 jumlahnya tiga. Mestinya peringkatnya adalah 2, 3 dan 4. Tetapi karena nilainya sama maka peringkatnya dibagi tiga yaitu: (2 + 3 + 4) : 3 = 3. Jadi nilai 8 yang jumlahnya tiga masing-masing diberi peringkat 3 pada kolom Yi. Selanjutnya nilai 7 diberi peringkat setelah peringkat 4 yaitu peringkat 5. Lanjutkan saja
Nomor Responden
Nilai Motivasi Resp. I (Xi)
Nilai Prestasi dari Resp.  II (Yi)
Peringkat (Xi)
Peringkat (Yi)
bi
bi2
1
9
8
1
3
-2
4
2
6
7
5,5
5
0,5
0,25
3
5
6
7
6,5
0,5
0,25
4
7
8
3,5
3
0,5
0,25
5
4
5
8
8
0
0
6
3
4
9
9
0
0
7
2
2
10
10
0
0
8
8
9
2
1
1
1
9
7
8
3,5
3
0,5
0,25
10
6
6
5,5
6,5
-1
1
0
7
                                   
Selanjutnya harga bi2 yang telah diperoleh dari hitungan dalam tabel kolom terakhir dimasukkan dalam rumus korelasi Spearman Rank :
ρ = 1 – 6.7 : ( 10 x 102 -1 ) = 1 – 0,04 = 0,96
Sebagai interpretasi, angka ini perlu dibandingkan dengan tabel nilai-nilai ρ(dibaca: rho) dalamTabel 4. Dari tabel itu terlihat bahwa untuk n = 10, dengan derajat kesalahan 5 % diperoleh harga 0,648 dan untuk 1 % = 0,794. Hasil ρ hitung ternyata lebih besar dari ρ tabel
Derajat kesalahan 5 %…..  0,96 >  0,648
Derajat kesalahan 1 %…..  0,96 > 0,794
Hal ini berarti menolak Ho dan menerima Ha.
Kesimpulan :
Terdapat hubungan yang nyata/signifikan antara Motivasi (Xi) dengan Prestasi (Yi).  Dalam hal ini hipotesis nolnya (Ho) adalah: tidak ada hubungan antara variabel Motivasi (Xi) dengan Prestasi (Yi). Sedangkan hipotesis alternatifnya (Ha) adalah:terdapat  hubungan yang positif dan signifikan  antara variabel Motivasi (Xi) dengan Prestasi (Yi). Dengan demikian hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Atau dengan kata lain bahwa variabel Motivasi mempunyai hubungan yang signifikan dengan Prestasi.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
a.       Korelasi Spearman merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif dua variabel bila datanya berskala ordinal (ranking). Nilai korelasi ini disimbolkan dengan  (dibaca: rho). Karena digunakan pada data berskala ordinal, untuk itu sebelum dilakukan pengelolahan data, data kuantitatif yang akan dianalisis perlu disusun dalam bentuk ranking
b.      Langkah – langkah untuk menghitung  adalah :
·         Menentukan formulasi hipotesis (H1 dan H0)
·         Menentukan taraf nyata (α = 0,05) untuk menentukan  tabel
·         Menyusun tabel penolong untuk menentukan  hitung
·         Menghitung nilai  hitung dengan rumus :
·        
Bila hitung > tabel, maka H1 diterima
Bila hitung < tabel, maka H0 diterima
·         Melakukan uji signifikansi menggunakan uji Z

B.     Saran
            Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami.

Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan memakluminya, karena kami adalah hamba Allah yang tak luput dari salah khilaf, Alfa dan lupa.