BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Sekolah sebagai organiasasi kerja terdiri dari beberapa kelas.
Setiap kelas merupakan unit kerja yang berdiri sendiri dan berkedudukan sebagai
sub sistem yang menjadi bagian dari sebuah sekolah sebagai total sistem.
Pengembangan sekolah sebagai total sistem atau satu kesatuan organisasi,
tergantung pada penyelenggaraan dan pengelolaan kelas, baik di lingkungan kelas
masing-masing sebagai unit kerja yang berdiri sendiri maupun dalam hubungan
kerja antara kelas yang satu dengan kelas yang lain.
Dan program kelas akan berkembangan bilamana guru atau wali kelas
mendayagunakan secara maksimal potensi kelas yang terdiri dari tiga unsur
yaitu: guru, murid dan proses atau dinamika kelas. Usaha atau kegiatan tersebut
merupakan kegiatan manajemen atau pengelolaan kelas yang dapat diartikan
sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas
berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk
melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana
yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efesien untuk melakukan
kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
Pengertian Dari Guru?
2.
Apa
Pengertian Dari Tata Usaha Kelas?
3.
Apa
Jenis Jenis Tata Usaha Kelas?
4.
Apa Saja
Aspek Kegiatan Tata Usaha Kelas?
5.
Peranan
Guru Dalam Tata Usaha?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Guru
Guru dalam bahasa jawa adalah menunjuk pada seorang yang harus
digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu artinya
segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakkini
sebagai kebenaran oleh semua murid. Sedangkan ditiru artinya seorang guru harus
menjadi suri teladan (panutan) bagi semua muridnya.
Secara tradisional guru adalah seorang yang berdiri didepan kelas
untuk menyampaikan ilmu pengetahuan.
Guru sebagai pendidik dan pengajar anak, guru diibaratkan seperti
ibu kedua yang mengajarkan berbagai macam hal yang baru dan sebagai fasilitator
anak supaya dapat belajar dan
mengembangkan potensi dasar dan kemampuannya secara optimal,hanya saja ruang
lingkupnya guru berbeda, guru mendidik dan mengajar di sekolah negeri ataupun
swasta.
Menurut Noor Jamaluddin (1978: 1) Guru adalah pendidik, yaitu orang
dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik
dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu
berdiri sendiri dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah khalifah di
muka bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang sanggup berdiri sendiri.
B.
Pengertian Tata Usaha Kelas
Tata Usaha adalah segenap kegiatan rangkaian menghimpun, memcatat,
mengelola, menggandakan, menyimpan data/informasi mengenai satu objek tertentu
yang dilaksanakan secara kronologis, berkesinambungan dan sistematis untuk
tujuan tertentu”. Dalam arti luas tata usaha adalah “Proses kerja sama oleh dua orang atau lebih
menurut sistem tertentu untuk menunjang pencapaian tujuan yang
ditetapkan”.(Dirjen Dikdasmen 1998:2)
Pada dasarnya tata usaha berarti usaha menghimpun, mencatat,
mengadakan dan menggandakan, mengirim dan menyimpan berbagai keterangan
tertulis di lingkungan suatu organisasi atau unit kerja. Selain itu pengertian
lain mengatakan bahwa tata usaha adalah kegiatan menyusun, mencatat
keterangan-keterangan dalam keseluruhannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
fungsi tata usaha adalah melakukan pencatatan tentang segala sesuatu yang
terjadi di dalam suatu organisasi (jawatan, kantor, sekolah, kelas dan
lain-lain) untuk digunakan sebagai bahan keterangan dalam mengambil keputusan
oleh seorang pemimpin. Sedangkan tata usaha menurut Pedoman Pelayanan Tata
Usaha untuk Perguruan Tinggi sebagai berikut: Tata usaha ialah segenap kegiatan
pengelolaan surat-menyurat yang dimulai dari menghimpun (menerima), mencatat,
mengolah, menggandakan, mengirim, dan menyimpan semua bahan keterangan yang
diperlukan oleh organisasi.
Dari uraian di atas dapat kita rumuskan bahwa tata usaha kelas
adalah adalah kegiatan menghimpun, mencatat, mengadakan dan menggandakan,
mengirim dan menyampaikan berbagai keterangan tertulis dalam suatu kelas untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan di dalam program kelas sebagai unit
kerja.
Menurut The Lian Gie (2000), tenaga tata usaha memiliki tiga
peranan pokok yaitu:
a.
melayani
pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan dari suatu
organisasi,
b.
menyediakan
keterangan-keterangan bagi pucuk pimpinan organisasi itu untuk membuat
keputusan atau melakukan tindakan yang tepat, dan
c.
membantu
kelancaran perkembangan organisasi sebagai suatu keseluruhan.
Berdasarkan pendapat The Lian Gie di atas, maka peranan tenaga
administrasi sekolah sesungguhnya hanya satu yaitu sebagai administrator karena
ketiga peranan yang diungkapkan di atas yaitu melayani, menyediakan, dan
membantu sama dengan administrasi.
C.
Jenis Jenis Tata Usaha Kelas
1.
Catatan
Kelas
Kriteria
yang harus diperhatikan dalam sistem pencatatan yang baik diantaranya sebagai berikut:
·
Pencatatan
harus kumulatif, yaitu mencakup sejarah yang lengkap mengenai
·
siswa,
mulai memasuki sekolah sampai siswa tamat dari sekolah.
·
Pencatatan
mudah ditransformasikan, yaitu mudah dialihkan dalam catatan kumulatif
·
Pencatatan
mengandung data relevan, yaitu sesuai dan tidak bertentangan dengan keadaan
sehari-hari yang nyata.
·
Pencatatan
tidak terlalu banyak pengulangan
·
Pencatatan
harus tahan lama, yaitu cukup permanen dan daya tahan yang agak lama.
·
Pencatatan
hendaknya ringkas dalam merangkum, tetapi lengkap
Jenis-jenis catatan kelas
a.
Catatan
mengenai siswa
Catatan
kelas bagi siswa berfungsi sebagai pembimbing dan penyuluhan siswa secara
individual atau klasikal. Catatan mengenai siswa meliputi :
1.
Daftar
presensi siswa
Daftar
ini mengandung catatan kehadiran, ketidak hadiran, keterlambatan siswa pada
setiap mata pelajaran yang diikuti. Daftar ini dibuat setiap hari selama satu
tahun pelajaran.
2.
Catatan
pekerjaan siswa
Catatan
pekerjaan siswa ialah catatan mengenai hasil yang dicapai dan proses yang
ditempuh dari tugas di kelas atau di rumah, baik secara individual maupun
kelompok.
3.
Catatan
hasil tes
Catatan
hasil psikotes yang telah distandarisasikan dari setiap siswa di kelasnya,
meliputi taraf intelegensi, bakat, sikap, kecepatan, ketelitian dan sebagainya.
4.
Hasil-hasil
evaluasi guru
Hasil
evaluasi atau penilaian guru tehadap siswa dicatat dalam buku nilai yang
bersumber dari : penilaian partisipasi murid dalam kegiatan kelas, penilaian
tugas-tugas yang diberikan (individu/kelompok), serta penilaian ulangan atau
ujian.
5.
Catatan
Anekdot
Catatan
anekdot adalah catatan tentang kejadian sehari-hari mengenai siswa dalam
situasi yang kongkret.
6.
Catatan
sosiometris
Catatan
sosiosimetris adalah catatan mengenai hubungan antar siswa dalam kelas. Dengan
alat ukur ini, guru dapat mengetahui:
a.
Siswa
yang paling tidak disenangi di kelas (terisolir);
b.
Siswa
yang paling disenangi di kelas (bintang);
c.
Siswa
yang merupakan “klik”.
Teknik penyusunannya adalah:
a.
Menyuruh
siswa sekelas untuk menuliskan dua nama temannya yang paling disenanginya;
b.
Dibuat
suatu tabulasi;
c.
Dibentuk
sosiogram
Dari data sosiometris ini guru dapat:
a.
Memanfaatkann
ya bagi kepentingan bimbingan dan penyuluhan;
b.
Menciptakan
iklim belajar yang sehat dalam berbagai situasi kelompok;
c.
Mencari
kader-kader pemimpin kelompok untuk berbagai kegiatan kelas, kelompok belajar,
karyawisata dan sebagainya.
7.
Catatan
Partisipasi Siswa
Partisipasi
yaitu ikut sertanya siswa dalam berbagai kegiatan kelas, sehingga dapat di
evaluasi dan hasilnya dapat di catat dalam buku atau kartu partisipasi. Fungsi
catatan ini adalah untuk : pembimbingan dan penyuluhan masing-masing murid dan
kepentingan evaluasi guru
8.
Daftar
Pribadi Siswa
Daftar
ini bertujuan untuk mencatat pribadi setiap siswa di suatu kelas. Pencatatannya
dilakukan secara kumulatif mencakup sejarah siswa yang bersangkutan
diantaranya:
a.
Identitas
siswa
b.
Keadaan
jasmani dan kesehatan
c.
Perkembangan
nilai dan sikap
d.
Sejarah
pendidikan
b.
Catatan
Bagi Guru
Catatan
jenis ini adalah catatan yang dibuat oleh guru yang bermanfaat untuk
kepentingan efektivitas pekerjaannya. Catatan bagi kepentingan guru ialah:
1.
Silabus
Mata Pelajaran
2.
Persiapan
Mengajar
3.
Buku
Batas Pelajaran
4.
Kumpulkan
soal ujian dan tugas
5.
Buku
nilai
6.
Catatan
hasil evaluasi siswa
7.
Buku
notula rapat
8.
Buku
agenda guru
2.
Laporan-laporan
kelas (Classroom Reports)
Laporan
Kelas yang harus disusun oleh guru meliputi :
a.
Laporan
kepada pimpinan sekolah. Jenis laporan ini diantaranya :
a.
Persiapan
mengajar
b.
Daftar
presensi siswa
c.
Laporan
hasil pelajaran
d.
Kenaikan
kelas
e.
Pengorganisasis siswa di kelas
f.
Daftar
kelas
g.
Inventaris
kelas
h.
Keuangan
kelas
i.
Keadaan
usia siswa
j.
Mutasi
siswa
k.
Laporan
khusus (kesehatan, dsb)
b.
Laporan
kepada orang tua siswa. Laporan pendidikan kepaa orang tua siswa dibagi atas:
a.
Laporan
tentang hasil pendidikan
b.
laporan
tentang perkembangan pendidikan
c.
dialog
dengan orang tua/wali siswa.
D.
Aspek kegiatan Tata Usaha Kelas
Pada dasarnya aspek-aspek kegiatan tata usaha kelas mencakup
sebagai berikut:
1.
Menghimpun
keterangan adalah mencari atau mengusahakan tersedianya data, baik yang di
kelas atau di sekolah maupun yang belum ada untuk digunakan dalam mengambil
keputusan oleh wali atau guru kelas.
2.
Mencatat
berarti kegiatan menulis berbagai informasi atau keterangan atau data, baik
berupa ikhtisar maupun secara keseluruhan sebagai petunjuk untuk menemukan
sesuatu agar dapat dibaca kembali, dikirim atau disimpan.
3.
Mengolah
dalam arti mengadakan dan menggandakan adalah kegiatan menganalisa dan
menghubung-hubungkan berbagai informasi atau data untuk disajikan dalam bentuk
yang dapat dipakai dan dimanfaatkan, yang pada gilirannya bilamana diperlukan
lebih dari satu perlu diperbanyak agar setiap personal yang memerlukannya dapat
memanfaatkannya untuk perkembangan dan kemajuan kelas sebagai organisasi atau
unit kerja.
4.
Mengirim
berarti menyampaikan berbagai informasi yang diperlukan oelh pihak lain, baik
untuk kepentingan kelas maupun oleh pihak lain, baik untuk kepentingan kelas
maupun kepentingan pihak yang diberi informasi dengan mempergunakan media lisan
atau tertulis.
5.
Menyimpan
dimaksudkan adalah kegiatan mengawetkan berbagai keterangan atau data yang
diperkirakan berguna di masa yang akan datang dalam mengelola kegiatan kelas,
dengan mempergunakan berbagai alat dan cara pada tempat yang aman serta mudah
ditemukan bilamana diperlukan
E.
Peranan Guru dalam Tata Usaha
Telah dikatakan di depan bahwa administrasi tata usaha adalah
kegiatan melakukan pencatatan untuk segala sesuatu yang terjadi dalam sekolah
untuk digunakan sebagai bahan keterangan bagi pimpinan.
Dan adapun tugas utama guru yaitu mengelola proses belajar mengajar
di sekolah. Sekolah merupakan sub sistem pendidikan nasional dan di samping
sekolah, system pendidikan nasional itu juga mempunyai komponen, komponen
lainya. Guru harus juga memahami apa yang terjadi di lingkungan kerjanya. Di
sekolah guru berada dalam kegiatan administrasi sekolah, terutama ketata
usahaan sekolah. Sekolah melaksanakan kegiatanya untuk menghasilkan lulusan
yang jumlah serta mutunya telah ditetapkan. Dalam lingkup administrai atau ketata
usahaan sekolah itu peranan guru amat penting, seperti penetapkan kebijaksanaan
dan melaksanakan proses perencanaan, pengorganisasiaan, pengarahan,
pengkoordinasiaan, pembiayaan, dan penilaian kegiatan kurikulum, kesiswaan,
sarana prasarana sekolah, personalia sekolah, keuangan dan hubungan
sekolah-masyarakat guru harus memberikan sumbangan baik tenaga maupun pikiran.
Administrasi sekolah terutama yang berkaitan dengan ketata usahaan
adalah pekerjaan yang bersifat kolaboratif, artinya pekerjaan yang didasarkan
atas kerja sama, dan bukan bersifat individual. Oleh karena itu semua personel
sekolah terutama guru harus ikut terlibat.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh seorang guru dalam hal
ke-tata usaha-an di sekolahnya. Di antaranya ;
1.
Pencatatan Murid
Pencatatan terhadap siswa ini
terutama adalah siswa baru-siswa perkelas-persemester-dan yang mengulang
kelasnya, pindahan, serta jumlah siswa yang keluar karena lulus atau bahkan
karena drop out. Dengan pencatatan inilah maka dengan mudah diketahui jumlah
siswa dan perkembangannya pada setiap tahun ajaran.
Di samping itu tugas lainnya adalah
pencatatan daftar hadir siswa, dalam rangka untuk menghitung keaktifan siswa
dan partisipasinya dalam kerjasama dan sebagai alat kontrol dalam menegakkan
tata tertib sekolah. Dan yang terpenting adalah data tentang prestasi muridnya.
Untuk dapat melihat kemajuan atau kemunduran dengan segera dapat dilihat dari
dokumentasi siswa tersebut. Semua hasil pencatatan ini diperlukan sekali
sebagai bahan laporan yang nyata kepada atasannya. Oleh karena itu tidak boleh
hilang atau rusak. Dokumentasi ini bisa juga sebagai bahan laporan untuk orang
tua siswa
2.
Pencatatan
tentang Guru
Data tentang keadaan guru harus
dicatat dengan baik, terutama tentang jumlah, data pribadi, masa kerja, dan
bahan untuk usulan kenaikan pangkatnya dan gaji berkala. Demikian pula
kehadiran guru melaksanakan tugas sebagai pegawai, terutama PNS, yang sangat
berguna untuk pembinaan guru itu selanjutnya. Pada gilirannya nanti semua data
itu akan berguna sebagai bahan bimbingan, perencanaan, pengawasan, koordinasi
dan pendidikannya. Data yang dicatat dengan rapi dan lengkap akan sangat
menunjang untuk mengatasi masalah yang dialami sekolah maupun pribadi guru itu
sendiri. Data yang lengkap akan memberikan petunjuk untuk mengambil keputusan
bagi kepala sekolah.
3.
Pencatatan
Proses Belajar Mengajar (PBM)
Pengaturan proses belajar mengajar
pun harus dilakukan dengan tertib. Hal ini akan mempengaruhi bagi kelancaran
proses pendidikan di sekolahnya.
4.
Penertiban Buku-buku Tata Usaha
Mengingat kegiatan komunikasi
lembaga pendidikan baik secara lisan maupun tertulis dengan pihak luar dan
dalam lembaga pendidikannya. Komunikasi dalam bentuk tertulis dilaksanakan
melalui surat, telegram, nota, dan lain-lain. Sehingga perlu penertiban
surat-menyurat ini, baik surat masuk maupun surat keluar. Buku-buku tata usaha
di antaranya ;
a.
Buku
agenda
b.
Buku
arsip
c.
Buku
ekspedisi
Masih banyak kesempatan lain yang
mengharuskan guru ikut berperan atau terlibat dalan administrasi sekolah,
terutama berkaitan dengan tata usaha sekolah, Beberapa di antaranya ialah:
1)
Merencanakan
penggunaan ruang-ruang di sekolah
2)
Merumuskan
kebijakan tentang pembagian tugas mengajar guru-guru
3)
Menyelidiki
buku-buku sumber bagi guru dan buku-buku pelajaran bagi murid-murid
4)
Berperan
dalam hal surat-menyurat di lingkungan sekolah
5)
Berperan
sebagai penerima, penyortir, pencatat, pengarah, pengolah, peñata arsip pada
proses surat menyurat.
BAB III
KESIMPULAN
A.
Guru
adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan
kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai
kedewasaannya, mampu berdiri sendiri dapat melaksanakan tugasnya sebagai
makhluk Allah khalifah di muka bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang
sanggup berdiri sendiri.
B.
Tata
Usaha Kelas adalah Kegiatan menghimpun,
mencatat, mengadakan dan menggandakan, mengirim dan menyampaikan berbagai
keterangan tertulis dalam suatu kelas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
di dalam program kelas sebagai unit kerja.
C.
Jenis
Jenis Kegiatan Tata Usaha Kelas
1.
Catatan
kelas
2.
Laporan
laporan kelas
D.
Aspek
Aspek Kegiatan Tata Usaha Kelas
1.
Menghimpun
keterangan.
2.
Mencatat
3.
Mengolah
dalam arti mengadakan dan menggandakan
4.
Mengirim
5.
Menyimpan
E.
Peranan
Guru Dalam Tata Usaha
1.
Pencatatan
tentang Siswa
2.
Pencatatan
tentang guru
3.
Pencatatan
tentang PBM
4.
Penertiban
buku buku ketatausahaan sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Atmosudirjo, Prajudi. 1976. Dasar-dasar Administrasi management dan
Office Management.Jakarta: Gramedia
The Lian Gie.1974. Administrasi perkantoran modern. Yogyakarta: Nur
cahaya
https://revyareza.wordpress.com/2013/11/14/ketatausahaan-sekolah/.
Ketatausahaan Sekolah. Di Akses tanggal 21 Februari 2015
http://el-fandy.blogspot.com/2010/03/administrasi-tata-usaha.html.
Administrasi Tata Usaha. Di Akses tanggal 21 Februari 2015
https://mukhtar17luthfy.wordpress.com/2012/08/12/administrasi-tata-usaha/
. Administrasi Tata Usaha. Di Akses tanggal 22 Februari 2015
http://zonainfosemua.blogspot.com/2014/03/pengertian-guru-menurut-pakar-pendidikan.html, diakses tanggal 10/05/15, pukul 15:15
No comments:
Post a Comment