BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejarah merupakan pengetahuan mengenai kejadian kejadian,
peristiwa-peristiwa dan keadaan manusia di masa lampau dan ada kaitannya dengan
keadaan masa kini. Sejarah juga merupakan pengetahuan tentang hukum-hukum yang tampak
menguasai kehidupan masa lampau, yang diperoleh melalui penyelidikan dan
analisis atau peristiwa-peristiwa masa lampau.
Sejarah peradaban Islam diartikan sebagai perekembangan atau kemajuan
kebudayaan Islam dalam perspektif sejarahnya, dan peradaban Islam. Dalam
perspektif Islam, manusia sebagai pelaku sekaligus pembuat peradaban memiliki
kedudukan dan peran inti. Kedudukan dan posisi manusia di kisahkan dalam Al
Qur’an diantaranya: manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna dan
paling utama Allah berfirman: “Dan Sesungguhnya Telah kami muliakan
anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka
rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang
Sempurna atas kebanyakan makhluk yang Telah kami ciptakan”.
Oleh karena itu di sini penulis akan membahas tentang metode mengajar
Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) secara lebih rinci lagi
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertia SKI ?
2. Apa ruang lingkup SKI di SMA?
3. Apa SK dan KD aspek SKI di SMA?
4. Apa fungsi mempelajari SKI?
5. Apa saja metude metode pembelajaran SKI di SMA?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian SKI
Pengertian sejarah secara etimologis, berasal
dari bahasa arab “syajaroh” yang mempunyai arti “pohon kehidupan” ,
dan yang kita kenal dalam bahasa ilmiah yakni history. Makna sejarah itu
mempunyai dua konsep yaitu: petama, konsep sejarah yang memberikan pemahaman
akan arti objektif tentang masa lampau. Kedua, sejarah menunjukkan maknanya
yang subjektif, karena masa lampau tersebut telah menjadi sebuah kisah atau
cerita.
Sejarah kebudayaan (peradaban) Islam diartikan
sebagai perkembangan atau kemajuan kebudayaan islam dalam perspektif
sejarahnya, dan sejarah islam mempunyai berbagai mcam pengertian lain,
diantaranya : pertama, sejarah sejarah peradaban islam merupakan kemajuan
tingkat kecerdasan akal yang dihasilkan dalam satu periode kekuasaan islam
mulai periode nabi muhammad sampai periode kekuasaan islam sekarang. Kedua,
sejarah peradaban islam merupakan hasil yang dicapai olh umat islam dalam
lapangan kesustraan, ilmu pengetahhuan, dan kesenian. Ketiga, sejarah peradaban
islam merupakan kemajuan politik atau kekuasaan islam yang berperan melindungi
pandangan hidup islam terutama dalam hubungannya dengan ibadah – ibadah,
penggunaan bahasa, dan kebiasaan hidup bermasyarakat.
Sedangkan SKI adalah singkatan dari sejarah
kebudayaan islam yang merupakan sebuah mata pelajran pendidikan agama islam
yang diarahkan untuk mengenal, memahami, menghayati sejarah Islam, yng kemudian
menjadi dasar pandangan hidup (way of life) melalui kegiatan bimbingan,
pengajaran, latihan, keteladanan, penggunaan pengalaman dan pembiasaan.
B. Ruang Lingkup Aspek SKI di Sekolah Menengah Pertama (SMA)
Pengertian dari Ruang lingkup adalah Batasan.
Ruang lingkup juga dapat dikemukakan pada bagian variabel-variabel yang
diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Penggambaran
Ruang lingkup Dapat Kita Nilai Dari data karakteristik responden perlu
dilakukan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif tentang bagaimana keadaan
responden penelitian kita, yang boleh jadi diperlukan untuk melihat data hasil
pengukuran variabel-variabel yang diteliti.
Adapun ruang ingkup pelajaran PAI aspek SKI di
sekoah menengah atas (SMA) adalah sebagai berikut:
1. Sejarah nabi muhammad pada periode makkah, yakni mulai dari sejarahnya nabi
muhammad mendakwahkan agama islam di kota makkah.
2. Sejarah nabi muhammad pada periode madinah, ini menjelaskan sejarah
hijrohnya nabi muhammad dan awal mula munculnya islam di kota madinah
3. Perkembangan agama Islam di Indonesia, menjelaskan awal mula tersebarnya
agama islam di indonesia yang dibawa oleh para wali
4. Perkembangan agama islam di dunia, sejarah tersebarnya agama islam sampai
ke seluruh dunia.
C. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SKI di SMA
Kelas X semester I
1. Memahami keteladanan rosu lullah dalam membina umat periode makkah.
|
1.1. Menceritakan sejarah dakwah rosulullah shalla
allahu ‘alaihi wa sallam periode makkah.
1.2.Mendeskripsikan subtansi dan strategi dakwah
rosulullah shalla allahu ‘alaihi wa sallam periode makkah
|
Kelas X Semester II
1. Memahami ketelaanan rosulullah shalla allahu ‘alaihi wa sallam dalam membina ummat periode madinah.
|
1.1.Menceritakan sejarah dakwah rosulullah shalla allahu ‘alaihi wa sallam
periode madinah
1.2. Mendeskripsikan strategi dakwah rosulullah shalla allahu ‘alaihi wa
sallam periode madinah.
|
Kelas XI Semester I
1. Memahami perkembangan islam pada abad pertengahan (1250 – 1800)
|
1.1.Mejelaskan perkembangan islam pada abad pertengahan
1.2.Menyabut contoh peristiwa perkembangan islam pada abad pertengahan
|
Kelas XI Semester II
1. Memahami perkembangan islam pada masa modern (1800 – sekarang )
|
1.1.Menjelaskan perkembangan islam pada masa modern
1.2.Menyebukan contoh peristiwa perkembangan islam pada masa modern
|
Kelas XII Semesrter I
1. Memahami perkembangan islam di Indonesia
|
1.1.Menjelaskan perkembangan islam di Indonesia
1.2.Menampilakan contoh perkembangan islam di Indonesia
1.3.Mengambil hikmah dari perkembangan islam di Indonesia
|
Kelas XII Semester II
1. Memahami perkembangan islam di Dunia
|
1.1.Menjelaskan perkembangan islam di dunia
1.2.Menampilkan contoh perkembangan islam di dunia
1.3.Mengambil hikamh dari perkembangn islam di dunia
|
D. Fungsi Mempelajari SKI
Adapun fungsi mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam antara
lain:
a. Fungsi edukatif
Sejarah menegaskan kepada peserta didik
tentang keharusan menegakkan nilai, prinsip, sikap hidup yang luhur dan Islami dalam menghadapi
kehidupan sehari-hari.
b. Fungsi keilmuan
Melalui sejarah, peserta didik memperoleh
pengetahuan yang memadai tentang masa
lalu Islam dan kebudayaannya.
c. Fungsi transformasi
Sejarah merupakan salah satu sumber yang
sangat penting dalam proses transformasi masyarakat.
Dapat
disimpulkan bahwa Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) ialah suatu yang membicarakan
segala hal kehidupan pada masa lalu, yang merupakan penjelmaan kerja jiwa
muslim yang didasari dan mencerminkan ajaran Islam dalam arti luas. Sejarah
Kebudayaan Islam merupakan salah satu bagian yang penting dalam pendidikan
agama islam. Dengan dipelajarinya SKI di sekolah diharapkan siwa pada akhirnya
dapat mengenal, memahami, bahkan menghayati kebudayaan Islam itu sendiri.
Sejarah
Kebudayaan Islam bukan hanya sebagai fakta sejarah dalam dunia Islam, SKI itu sendiri merupakan
pendidikan nilai yang dapat digunakan untuk membangun peradaban Isalam di masa
depan menjadi lebih baik. Jadi SKI tidak hanya sebagai pengetahuan yang
dipelajari di sekolah semata. Sejarah menegaskan kepada peserta didik tentang
keharusan menegakkan nilai, prinsip, sikap hidup yang luhur dan Islami dalam menghadapi
kehidupan sehari-hari, dan melalui sejarah peserta didik memperoleh pengetahuan
yang memadai tentang masa lalu Islam dan
kebudayaannya.
E. Metode metode pembelajaran SKI
Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’
yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah,
maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi
sasaran ilmu yang bersangkutan. Jadi metode bisa juga berarti sebagai alat
untuk mencapai tujuan pembelajaran
1.
Metode
Ceramah.
Metode ceramah ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan
melalui penuturan (penjelasan lisan) oleh guru kepada siswa. Dalam metode
ceramah proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru umumnya didominasi
dengan cara ceramah. Jadimelalui metode ceramah ini guru
menceritakan/menyampaikan kejadian-kejadian masa lampau dan menjelaskan hikmah
apa yang bisa diambil dari sejarah tersebut.
2. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan
mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi yang
ada dalam pelajaran SKI. Metoda Tanya Jawab akan menjadi efektif bila materi
yang menjadi topik bahasan menarik, menantang dan memiliki nilai aplikasi
tinggi. Pertanyaaan yang diajukan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup
(pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan
dengan banyak kemungkinan jawaban), serta disajikan dengan cara yang menarik.
3. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan
penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk
teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang
keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan
menghasilkan suatu pemecahan masalah.
4. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan
memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda
yang sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda
baik yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan
lisan.
Demonstrasi akan menjadi aktif jika dilakukan dengan baik oleh guru
dan selanjutnya dilakukan oleh siswa. Metoda ini dapat dilakukan untuk kegiatan
yang alatnya terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang
oleh siswa.
5. Metode Timeline (Garis Waktu)
Metode ini tergolong tepat untuk pembelajaran sejarah karena di
dalamnya termuat kronologi terjadinya peristiwa. Dengan metode ini, peserta
didik bisa melihat urutan kejadian dan akhirnya juga bisa menyimpulkan
hukum-hukum seperti sebab akibat dan bahkan bisa meramalkan apa yang akan
terjadi dengan bantuan penguasaan Timeline beserta rentetan peristiwanya.
Timeline dipakai untuk melihat perjalanan dan perkembangan satu
kebudayaan oleh karena itu dia bisa dibuat panjang atau hanya sekedar periode
tertentu. Timeline untuk sejarah kebudayaan Islam bisa dibuat mualai dari zaman
Jahiliyah menjelang Islam. hadir sampai pada saat ini; timeline juga hanya bisa
dibuat menggambarkan perjalanan peristiwa dalam satu kurun atau periode
tertentu. Ini adalah metode survey sejarah yang sangat baik karena peserta
didik akan melihat benang merah atau hubungan satu peristiwa dengan peristiwa
lainnya.
Langkah-langkah:
a. Samaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang harus dikuasai
peserta didik dalam pembelajaran hari itu.
b. Tunjukkan pentingnya mempelajari sejarah melalui timeline.
c. Buat timeline dengan cara menarik garis lurus horizontal dan
menuliskan waktu tertentu dan beberapa kejadian penting yang terjadi di
dalamnya. Waktu berikutnya juga ditulis seperti cara titik waktu pertama dan
begitu terus sampai pada waktu tertentu yang sesuai dengan materi pembelajaran.
Berikut ini adalah dua contoh timeline yang dibuat dengan cara yang sedikit
berbeda pada masa nabi sampai menjelang hijrah.Timeline yang pertama ditulis
dengan format satu tahun satu peristiwa penting.Timeline yang kedua
memungkinkan satu tahun memuat banyak peristiwa penting secara simultan.
d. Jelaskan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada tahun-tahun tertentu
dan menjelaskan hubungannya dari tahun ke tahun.
e. Adakan tanya jawab mengenai peristiwa-peristiwa dan hubungannya satu dengan
yang lain.
f.
Buat
kesimpulan.
g. Minta peserta didik untuk membuat timeline yang berhubungan dengan
mereka masing-masing mulai dari lahir sampai saat ini.
Pengembangan:
a. Guru bisa meminta peserta didik untuk mengisi tahun atau
peristiwa-peristiwa sejarah dari format timeline yang disediakan. Hal ini
sangat penting dipakai untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami
peristiwa sejarah dan bagaimana mereka mengakaitkan satu peristiwa dengan
lainnya.
b. Guru juga bisa meminta siswa membuat timeline untuk sejarah
keluarga masing-masing, mulai dari pernikahan orang tua sampai waktu sekarang.
Hal ini dimaksudkan untuk melatih ketrampilan berpikir sejarah yang kronologis.
Di samping itu, peserta didik juga bisa menghargai sejarah keluarga dan
dirinya.
6. Metode Concept Map (Peta Konsep)
Peta konsep adalah cara yang praktis untuk mendeskripsikan gagasan
yang ada dalam benak. Nilai praktisnya terletak pada kelenturan dan kemudahan
pembuatannya. Guru bisa memanfaatkan peta konsep untuk dijadikan sebagai metode
penyampaian materi sejarah. Penyampaian materi dengan peta konsep akan
memudahkan siswa untuk mengikuti dan memahami alur sejarah dan memahami secara
menyeluruh. Peserta didik sendiri nantinya yang akan membuat kaitan antara satu
konsep dengan lainnya. Peta konsep sangat tepat dipakai untuk pembelajaran
sejarah karena banyak konsep yang harus dikuasai oleh siswa untuk mengembangkan
proses berpikir. Dengan peta konsep, peserta didik tidak akan mengingat dan
menghafal materi sejarah secara verbatim, kata per-kata. Mereka punya
kesempatan untuk membangun kata-kata mereka sendiri untuk menjelaskan hubungan
satu konsep dengan lainnya.
Di samping itu, Peta konsep bisa mengatasi
hambatan verbal atau bahasa untuk menyampaikan gagasannya dan dalam saat yang
sama bisa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang pada akhirnya
akan mendorong kemampuan verbalnya, penggunaan kata-kata untuk menyampaikan
gagasannya.
Terkadang
istilah Peta Konsep (Concept Map) disejajarkan dengan Peta Pikiran (Mind Map).
Keduanya memang mempunyai kesamaan dalam hal pembuatannya; keduanya menggunakan
cara kerja pembuatan peta. Sedikit perbedaan yang bisa digaris bawahi adalah
bahwa Peta Pikiran lebih cenderung dipakai untuk menyampaikan gagasan-gagasan
ilmiah yang menjadi kesepakatan umum, sementara itu, Peta Pikiran lebih
bersifat personal, yaitu untuk menggambarkan ide-ide atau segala yang ada dalam
pikiran seseorang. Peta pikiran merupakan metode yang sangan bagus untuk
mencurahkan gagasan.
` Langkah-langkah:
a. Jelaskan tujuan pembelajaran dan sebutkan jenis kompetensi yang
harus dikuasai peserta didik.
b. Kaitkan materi yang akan dipelajari dengan keadaan peserta didik
dan tunjukkan pentingnya mempelajari materi sejarah ini untuk kehidupan mereka.
c. Tunjukkan pentingnya cara belajar dengan Peta Konsep dan berikan
contoh-contohnya, artinya cukup tulisan setiap gagasan yang ada dalam pikiran
ke dalam papan atau kertas. Minta semua peserta didik untuk menuliskan satu
kata, konsep, gagasan, atau perasaan yang sekarang dirasakan. Dan tanyakan
diakhir pelajar kenapa mereka menuliskannya dan diskusikan sebentar.
d. Buat sebuah gambar yang melambangkan topik utama sekaligus
merupakan garis besar di tengah atau di atas kertas kalau hubungan antar
konsepnya bersifat hirarkis, seperti silsilah keturunan. Setiap kali membuat
gambar atau garis, jelaskan maksud dan hubungannya.
e. Buat garis tebal berlekuk-lekuk yang menyambung dari gambar di
tengah kertas ke masing-masing cabang untuk setiap ide utama yang ada atau
sebagai subjek. Cabang utama dalam mind map
melambangkan sub topik utama.
f.
Beri
nama pada setiap ide di atas atau boleh juga menambahkan gambar-gambar kecil
mengenai masing-masing ide tersebut. Hal ini dilakukan untuk merangsang
penggunaan kedua sisi otak.
g. Dari setiap ide yang ada, tarik garis penghubung lainnya, yang
menyebar seperti cabang-cabang pohon. Kemudian tambahkan buah pikiran ke setiap
ide tadi. Cabang-cabang tambahan ini melambangkan detail-detail yang ada.
h. Buat kelompok untuk mendiskusikan Peta Konsep yang dibuat guru
dipapan tulis dan minta salah satu dari masing-masing kelompok menjelaskan atau
membaca Peta Konsep itu dalam kelompoknya secara bergantian.
Pengembangan:
1. Guru bisa meminta siswa untuk membuat peta konsep sendiri untuk
mendeskripsikan silsilah keluarganya. Di pertemuan berikutnya, cara pembuatan
konsep tersebut didiskusikan. Materi yang didiskusikan adalah bagaimana peserta
didik bisa mengetahui silsilah keluarganya; siapa saja yang dijadikan
sumbernya. Dengan cara pembelajaran seperti ini, peserta didik tidak hanya
mengetahui dan menghafal sejarah orang lain tapi juga mereka bisa melakukan
cara berpikir sejarah untuk menuliskan silsilah sejarahnya sendiri.
2. Guru juga bisa meminta siswa untuk membuat Peta Konsep dari
beberapa materi yang dianggap dasar dan harus mereka kuasai.
7. Role Playing (Bermain Peran)
Bermain peran
bisa berbentuk memerankan dialog tokoh-tokoh dalam sejarah atau memerankan diri
atau kelompok sebagai ahli sejarah. Bentuk yang pertama bisa mengajak peserta
didik untuk menjiwai karakter atau tokoh sejarah. Dengan cara ini, siswa
merasakan dirinya sebagai aktor sejarah dan akan sangat berkesan bagi mereka.
Dialog-dialog yang dipakai diusahakan untuk sederhana dengan tanpa meninggalkan
gagasan-gagasan utamanya.
Langkah-langkah:
1. Susun/siapkan skenario beberapa hari minimal satu minggu sebelum
tatap muka.
2. Tunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum
kegiatan pembelajaran.
3. Bentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 siswa atau sesuai dengan
kebutuhan.
4. Beri penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai.
5. Panggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk memainkan skenario
yang sudah dipersiapkan.
6. Minta masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing
sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan.
7. Beri kertas kepada peserta didik sebagai audiens setelah selesai
pementasan untuk membahas masalah yang diangkat.
8. Minta masing-masing masing-masing kelompok
menyampaikan hasil kesimpulannya.
9. Berikan kesimpulan secara umum.
Pengembangan:
1. Setelah kegiatan bermain peran usai, guru bisa meminta peserta
didik yang memainkan peran untuk merefleksikan apa yang mereka alami dan
rasakan saat mempersiapkan dan memerankan tokoh sejarah
tersebut.
2. Bermain peran bisa dilaksanakan untuk kelas terbuka, terutama
setelah melakukan banyak latihan dan peserta didik meras percaya diri untuk
naik ke pentas memerankan dialog-dialog dan kejadian sejarah lainnya.
8. Active Knowledge Sharing
(Aktif Berbagi Pengetahuan)
Ini adalah satu
yang dapat membawa peserta didik untuk siap belajar dengan efektif dan
melibatkan unsur afektif. Metode ini dapat digunakan untuk melihat tingkat
kemampuan siswa di samping untuk membentuk kerja-sama kelompok.
Langkah-langkah:
1. Siapkan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran
yang akan diajarkan. Pertanyaan itu bisa menyangkut:
a. Definisi suatu istilah
b. Pertanyaan dalam bentuk Pilihan Ganda
c. Mengidentifikasi tokoh sejarah
d. Menanyakan sikap atau tindakan yang harus dilakukan
e. Melengkapi kalimat, dll
2. Minta peserta didik untuk menjawab dengan sebaik-baiknya.
3. Minta peserta didik untuk mencari teman yang dapat menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang tidak diketahui. Tekankan pada mereka untuk saling
membantu.
4. Minta peserta didik untuk kembali ke tempat duduk masingmasing.
5. Periksa jawaban siswa, klarifikasi kalau ada jawaban kurang tepat
dan jawab pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.
Pengembangan
Guru bisa mengkombinasi metode ini dengan Binggo, yaitu
mengisi matrik atau kotak-kotak yang berupa informasi yang harus diisi oleh peserta
didik. Mereka yang selesai mengisi semua kotak tersebut bilang “Bingo”!
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pengertian Sejerah Kebudayaan Islam
Sejarah
secara etimologis, berasal dari bahasa arab “syajaroh”
yang mempunyai arti “pohon kehidupan”. Sedangkan SKI adalah singkatan
dari sejarah kebudayaan islam yang merupakan sebuah mata pelajran pendidikan
agama islam yang diarahkan untuk mengenal, memahami, menghayati sejarah Islam,
yng kemudian menjadi dasar pandangan hidup (way of life) melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, latihan, keteladanan, penggunaan pengalaman dan
pembiasaan
2. Ruang lingkup SKI di SMA
a. Sejarah nabi muhammad pada periode makkah
b. Sejarah nabi muhammad pada periode madinah
c. Perkembangan agama Islam di Indonesia
d. Perkembangan agama islam di dunia
3. SK dan KD Aspek SKI di SMA
a. Memahami keteladanan rosulullah dalam membina ummat periode makkah
b. Memahami keteladanan rosulullah dalam membina ummat periode madinah
c. Memahami perkembangnan islam abad pertengahan
d. Memahami perkembangnan islam pada masa modern samapi sekarang
e. Memahami perkembangnan islam di indonesia
f.
Memahami perkembangnan islam di Dunia
4. Fungsi pembelajaran SKI
a. Fungsi edukatif
Sejarah menegaskan kepada peserta didik
tentang keharusan menegakkan nilai, prinsip, sikap hidup yang luhur dan Islami dalam menghadapi
kehidupan sehari-hari.
b. Fungsi keilmuan
Melalui sejarah, peserta didik memperoleh
pengetahuan yang memadai tentang masa
lalu Islam dan kebudayaannya.
c. Fungsi transformasi
Sejarah merupakan salah satu sumber yang
sangat penting dalam proses transformasi masyarakat.
5. Metode metode pembelajaran SKI
a. Metode ceramah
ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran
dengan melalui penuturan (penjelasan lisan) oleh guru kepada siswa
b. Metode tanya jawab
adalah suatu cara mengelola pembelajaran
dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami
materi yang ada dalam pelajaran SKI.
c. Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian
materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang
pemecahannya sangat terbuka
d. Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan
atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda yang sedang
dipelajari
e. Metode time line adalah metode yang dipakai untuk melihat perjalanan dan
perkembangan suatu kebudayaan
f. Peta konsep adalah cara yang praktis untuk mendeskripsikan gagasan
yang ada dalam benak
g. Role playing adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan,
aturan, dan sekaligus melibatkan unsur senang
B. Kritik dan Saran