BAB I
PENDAHULUAN
- A. Latar Belakang
Dalam kaitannya
dengan proses belajar mengajar, kita pasti tidak lepas dari pembicaraan tentang
evaluasi belajar. Hal itu dibutuhkan untuk mengukur sejauh mana kegiatan yang
kita jalani sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran atau belum.
Mengevaluasi
itu adalah salah satu cara yang dianjurkan Rasulullah untuk semua ummatnya. Tak
ayal kita sebagai ummatnya juga harus melakukan evaluasi, apalagi hal ini
menyangkut ummat nabi muhammad, yaitu pendidikan ummat islam.
Oleh karena itu
disni pemakalah ingin sedikitnya memaparkan salah satu upaya evaluasi dengan
perencanaan test.
- B. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian
tehik evaluasi tes?
2.
Apa
fungsi tehnik evaluasi tes?
3.
Apa
saja macam mactehnik evaluasi tes?
BAB II
PEMBAHASAN
- A. Pengertian Test Hasil Belajar
Secara harfiah, kata “tes” berasal
dari bahasa Perancis: testum yang mempunyai arti “piring untuk menyisihkan
logam-logam mulia”. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah “ test ”, jika
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya “tes, ujian, atau percobaan”.
Menurut Arikunto(2005: 53), tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan
untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara
danaturan-aturan yang sudah ditentukan.
Adapun menurut Lee J.Cronbach dalam
bukunya berjudul Essential of Phsychological Testing, tes merupakan suatu
prosedur yang sistematis untuk membandingkan tingkah laku dua orang atau lebih.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan, tes adalah alat atau prosedur yang
sistematis, digunakan untuk mengukur kemampuan dan melakukan penilaian terhadap
individu yang mengikutinya.
Ada beberapa istilah yang memerlukan
penjelasan, berhubungandengan tes, diantaranya: “testing” merupakan saat
dilaksanakan tes atau peristiwa berlangsungnya pengukuran dan penilaian;
“tester” artinya orangyang membuat dan melaksanakan tes; dan “testee” adalah
orang yangmengikuti atau dikenai tes.
- B. Fungsi tes
Secara umum ada dua macam fungsi yang dimiliki oleh tes, yaitu:
1.
Sebagai
alat pengukur terhadap siswa. Tes berfungsi mengukur tingkat perkembangan dan
kemajuan siswa setelah menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu
tertentu.
2.
Sebagai
alat pengukur keberhasilan program pengajaran, melaluites akan dapat diketahui
sudah seberapa jauh program pengajaran yangtelah dicapai.
- C. Macam – Macam Tes Hasil Belajar
- A. Menurut pelaksanaannya dalam praktek test terbagi atas:
1.
Tes
tulisan (written tes), yaitu test yang mengajukan butir-butir pertanyaan dengan
mengharapkan jawaban tertulis. Biasanya test ini digunakan untuk mengukur aspek
kognitif peserta didik.
2.
Test
lisan (oral test), yaitu tes yang mengajukan pertanyan-pertanyaan dengan
menghendaki jawaban secara lisan. Test ini juga dilakukan untuk aspek kognitif
peserta didik.
3.
Test
perbuatan (performance test), yaitu tes yang mengajukan pertanyan-pertanyaan
dengan menghendaki jawaban dalam bentuk perbuatan. Test ini digunakan untuk
menilai aspek psikomotor/ keterampilan peserta didik.
- B. Menurut fungsinya test terbagi atas:
1.
Tes formatif (formative test), yaitu test yang
dilaksanakan setelah selesainya satu pokok bahasan. Test ini berfungsi untuk
menetukan tuntas tidaknya satu pokok bahasan. Tindak lanjut yang dapat
dilakukan setelah diketahui hasil test formatif peserta didik adalah:
a.
Jika
materi yang ditestkan itu telah dikuasai, maka pembelajaran dilanjutkan dengan
pokok bahasan yang baru.
b.
Jika
ada bagian-bagian yang belum dikuasai oleh peserta didik, maka sebelum
melanjutkan pokok bahasan yang baru, terlebih dahulu diulangi atau dijelaskan
kembali bagian-bagian yang belum di kuasai. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki
tingkat penguasaan peserta didik
2.
Tes
sumatif (summative test), yaitu test yang diberikan setelah sekumpulan satuan
program pembelajaran selesai diberikan. Disekolah test ini dikenal sebagai
ulangan umum.
3.
Test
diagnostik (Diagnostic test), yaitu test yang dilakukan untuk menentukan secara
tepat, jenis kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik dalam suatu mata
pelajaran tertentu.
- C. Menurut waktu diberikannya test tergagi atas:
1.
Pra
test (pre test), yaitu test yang diberikan sebelum proses pembelajaran. Test
ini bertujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi yang akan diajarkan telah
dapat dikuasai oleh peserta didik.
2.
Test
persyaratan (Test of entering behavior), yaitu tes yang dilaksanakan untuk
mengetahui kemampuan dasar yang menjadi syarat guna memasuki suatu kegiatan
tertentu.
3.
Input
test (test of input competence), yaitu test yang digunakan menentukan kegiatan
belajar yang relevan, berhubungan dengan kemampuan dasar yang telah dimiliki
oleh peserta didik.
4.
Test
akhir (Post test), yaitu test yang diberikan setelah dilaksanakan proses
pembelajaran. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat kemajuan
intelektual (tingkat penguasaan materi) peserta didik. Biasanya test ini berisi
pertanyaan yang sama dengan pra test.
- D. Menurut kebutuhannya, macam test antara lain:
1.
Psycho
test, yaitu test tentang sifat-sifat atau kecenderungan atau hidup kejiwaan
seseorang (peserta didik).
2.
IQ
test, yaitu test kecerdasan. Test ini bertujuan untuk mengetahui tingkat
kecerdasan seseorang (peserta didik).
3.
Test
kemampuan (aptitude test), yaitu test bakat. Test ini bertujuan untuk
mengungkap kemampuan atau bakat khusus yang dimiliki oleh seseorang.
E.
Menurut
jenisnya tes terbagi menjadi:
1.
Test
standar, yaitu test yang sudah dibakukan setelah mengalami beberapa kali uji
coba (try out) dan memenuhi syarat test yang baik.
2.
Test
buatan guru, yaitu test yang dibuat oleh guru.
- F. Menurut jenis waktu yang disediakan test terdiri atas:
1.
Power
test, yakni test dimana waktu yang disediakan untuk menyelesaikan test tidak
dibatasi.
2.
Speed
test, yaitu test dimana waktu yang disediakan untuk menyelesaikan test
dibatasi.
- D. Kelebihan dan Kelemahan Tehnik Tes Evaluasi
Menurut Sukardi (2008) kelebihan dan kelemahan tes esai, kelebihannya
yaitu:
1.
Mengukur
proses mental siswa dalam menuangkan ide ke dalam jawaban item secara tepat
2.
Mengukur
kemampuan siswa dalam menjawab melalui kata dan bahasa mereka sendiri.
3.
Mendorong
siswa untuk mempelajari, menyusun, merangkai, dan menyatakan pemikiran siswa
secara aktif.
4.
Mendorong
siswa untuk berani mengemukakan pendapat serta menyusun dalam bentuk kalimat
mereka sendiri.
5.
Mengetahui
seberapa jauh siswa telah memahami dan mendalami suatu permasalahan atas dasar
pengetahuan yang diajarkan di dalam kelas
Kelemahan:
1.
Dalam
memeriksa jawaban pertanyaan tes esai, ada kecenderungan pengaruh subjektif
yang selalu muncul dalam pribadi seorang guru.
2.
Pertanyaan
esai yang disusun oleh seorang guru atau evaluator cenderung kurang bisa
mencakup seluruh materi yang telah diberikan
3.
Bentuk
pertanyaan yang memiliki arti ganda, sering membuat kesulitan pada siswa
sehingga memunculkan unsur-unsur menerka dan menjawab dengan ragu-ragu.
BAB III
PENUTUP
- A. Kesimpulan
1.
Pengertian
tehnik tes.
Tes
adalah alat atau prosedur yang sistematis, digunakan untuk mengukur kemampuan
dan melakukan penilaian terhadap individu yang mengikutinya.
2.
Fungsi tehnik tes.
a.
Sebagai
alat pengukur terhadap peserta didik
b.
Sebagai
alat pengukur keberhasilan program pengajaran
3.
Macam macam tehnik tes.
A.
Menurut
pelaksanaannya dalam praktek test terbagi atas:
1.
Tes
tulisan (written tes),
2.
Test
lisan (oral test).
3.
Test
perbuatan (performance test),
B.
Menurut
fungsinya test terbagi atas:
1.
Tes formatif (formative test).
2.
Tes
sumatif (summative test).
3.
Test
diagnostik (Diagnostic test).
C.
Menurut
waktu diberikannya test tergagi atas:
1.
Pra
test (pre test),
2.
Test
persyaratan (Test of entering behavior),
3.
Input
test (test of input competence).
4.
Test
akhir (Post test),
D.
Menurut
kebutuhannya, macam test antara lain:
1.
Psycho
test,
2.
IQ
test,
3.
Test
kemampuan (aptitude test),
E.
Menurut
jenisnya tes terbagi menjadi:
1.
Test
standar,
2.
Test
buatan guru.
F.
Menurut
jenis waktu yang disediakan test terdiri atas:
1.
Power
test.
2.
Speed
test.
4.
Kelebihan dan kelemahan tehnik tes.
a.
Kelebihan
1.
Mendorong
siswa untuk lebih berani dalam berpendapat
2.
Mendorong
siswa untuk mampu mengatakan sesuai bahasa siswa
b.
Kelemahan
1.
Ada
pengaruh subjektifitas dalam penilaian
2.
Pertanyaan cenderung belum mencakup semua
materi
3.
Pertanyaan
berganda sering membuat kesulitan dan ragu ragu siswa
- B. Saran
Demikian makalah yang kami buat,
semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin
di sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami.
Apabila ada terdapat kesalahan mohon
dapat mema'afkan dan memakluminya, karena kami adalah hamba Allah yang tak
luput dari salah khilaf, Alfa dan lupa.
No comments:
Post a Comment