Thursday, 4 June 2015

Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
Oleh : Buya Yahya
Pengasuh LPD Al-Bahjah
Kemuliaan hati adalah disaat kita merasa senang jika ditegur dan diingatkan oleh sahabat kita. Dan sahabat sejati adalah sahabat yang gemar mengingatkan disaat kita berbuat salah. Alangkah indahnya jika persahabatan dijalin dalam irama meningkatkan kualitas diri agar bisa semakin dekat kepada Allah SWT dan semakin cinta kepada Rasulullah SAW. Bukanlah disebut sahabat jika dia membiarkan diri kita terjerumus dalam kesalahan. Begitu sebaliknya , bukanlah disebut sahabat jika ia mendendam disaat kita mengingatkan dan menegurnya tatkala ia bersalah.
Sahabatku, ada sesuatu yang tersimpan di lubuk hati kita yang tidak tampak, kecuali disaat kita mendengar atau melihat sahabat kita bersalah. Yaitu rasa ingin menegur dan menyapanya karena merindukan kebaikan untuk sahabatnya tanda ketulusan dalam persahabatan. Sedangkan rasa enggan serta acuh tak acuh untuk menegurnya adalah tanda kekotoran hati saat bersahabat. 
Ada sesuatu yang tersembunyi di lubuk hati kita yang tidak tampak kecuali disaat kita mendapat teguran dari teman kita kala kita bersalah. Yaitu kesombongan yang menjadikan kita tiba-tiba merasa dendam, marah serta sebal melihatnya dan tidak nyaman duduk disampingnya. 
Ketahuilah ! Seorang sahabat amat besar pengaruhnya dalam pembentukan karakter, sikap, akhlak, dan keimanan. Itulah yang dimaksud Rasulullah SAW untuk umat beliau melalui sabdanya “Seseorang itu akan mudah terbawa kepada agama sahabatnya, maka jika ingin melihat iman dan akhlaq seseorang lihatlah siapa yang menjadi teman dalam hidupnya!”
Yang disebut sahabat maknanya luas, bisa teman kerja, guru yang mengajar kita, jalinan suami-istri, termasuk diantaranya adalah anggota dalam sebuah lembaga atau paguyuban, maka disaat hubungan kawan dengan kawan, guru dengan murid, suami dengan istri atau keanggotaan dalam sebuah lembaga. Jika di dalamnya tidak terdapat makna saling memberi dan saling menerima teguran positif maka sungguh jalinan itu bukan jalinan yang dirajut karena Allah SWT. 
Sahabatku, untuk menciptakan keindahan bersahabat karena Allah SWT disini dibutukan dua hal,yaitu Pertama ; adalah ghiroh, yaitu rasa mencitai sahabatnya dan rasa tidak rela jika sahabatnya terjerumus. Dan semua ini berlaku dalam rangka menghayati makna hadits Nabi Muhammad SAW “Tidaklah sempurna iman seseorang dari kalian sebelum ia benar-benar mencintai saudaranya seperti mencintai untuk dirinya sendiri”. Maknanya adalah agar kita senantiasa merasa tidak rela jika sahabat kita berbuat maksiat dan dimurkai oleh Allah SWT seperti halnya ia tidak rela jika dirinya di murkai oleh Allah SWT
Kedua ; adalah lapang dada, dengan menghadirkan penghargaan kepada saudara kita yang telah menegur dan mengingatkan kita dengan menginsyafi betapa berharganya sebuah teguran itu. Menghindari sifat-sifatnya orang-orang yang sombong yang jauh dari hidayah Allah SWT yang mudah tersinggung, kecewa dan dendam disaat ada seorang sahabat yang mengingatkannya.
Jika ada orang menegur dan mengingatkan kita, lihatlah makna yang disampaikannya. Sebisa mungkin untuk tidak mempermasalahkan caranya, yang mungkin menurut kita kurang menarik atau mungkin menyakitkan. Sebab hati yang tulus dan tawadhu hanya akan melihat kebenaran dan kebaikan darimana pun datangnya dan bagaimanapun cara penyampaiannya. Rasa terima kasih yang dalam disaat ditegur adalah tanda sebuah ketawadhuan dan kebesaran jiwa dalam menerima sebuah kebenaran. Dan hati yang sombong amat susah menerima kebenaran walau sebaik apapun cara kebenaran itu disampaikan dan sehebat apapun orang yang menyampaikannya. Wallahua’lam bisshowab

Monday, 1 June 2015

Keutamaan Malam Nisyfu Sya'ban

KEUTAMAAN MALAM NISFU SYA'BAN
Oleh : Buya Yahya
Bagi siapapun yang ingin menyampaikan kebenaran harus jujur dan amanat karena ada ancaman hukuman berat dari Alloh SWT bagi pengkhianat-pengkhianat. Ada sebagian kaum muslimin yang mendustakan semua hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan Bulan Sya’ban dan Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban. Sungguh dikhawatirkan mereka Akan dihukum oleh Alloh karena telah berdusta atas Nabi Muhammad SAW.
Dan memang ada beberapa riwayat palsu tentang keutamaan menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban. Akan tetapi bagi orang yang takut kepada Alloh SWT haruslah jujur, yang palsu harus dibuang akan tetapi jika ada riwayat yang telah dianggap benar (shohih) oleh Ahli Hadits tidak ada bagi kita kecuali menginshafi dan menerimanya. Bahkan jika seandainya tidak ada riwayat yang benar dan hanya ada yang dhoif hal tersebut oleh para ulama masih bisa digunakan untuk memacu amal baik dengan syarat-syaratnya. Apalagi sudah terbukti ada beberapa ahli hadits yang menghukumi keshohihanya.
Dan telah disebutkan perkataan sebagian dari ulama-ulama yang menyeru untuk menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan dzikir sholat dan lain-lain. Maka jika ada orang di akhir zaman ini yang dengan lantang berkata bahwa ulama terdahulu tidak pernah menghimbau menghidupkan malam Nishfu Sya’ban lalu mereka katakan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban adalah bid’ah, maka orang tersebut adalah salah satu dari dua.
Pertama ; mereka adalah orang yang tidak mengetahui para ulama salaf. Jika demikian adanya orang-orang tersebut tidak perlu di ikuti karena sempitnya wawasan tentang ulama salaf. Bahkan Dia telah kurang ajar kepada ulama terdahulu.
Kedua ; mereka telah mengetahui apa yang telah disebutkan oleh para ulama salaf di atas hanya karena kecurangan mereka, mereka sembunyikan kebenaran ini karena menuruti hawa nafsu. Dan kita pun tidak perlu mengikuti orang yang mengikuti hawa nafsu.
Dan bagi kita adalah tidak ada pilihan lain kecuali “Mengikuti ulama-ulama yang menghimbau dan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban”.
Cara menghidupkan malam Nishfu Sya’ban adalah dengan memperbanyak amal-amal yang diajarkan oleh Rosulullah SAW seperti melakukan sholat sunnah hajat, sholat sunnah tasbih, sholat sunnah witir atau dengan bersholawat, berdzikir, beristighfar dan membaca Al-Qur’an atau membaca ilmu yang menjadikan kita semakin dekat kepada Alloh SWT.
Wallohu a’lam Bishshowab

Sunday, 31 May 2015

PENTINGNYA NIAT

Pentingnya Berniat Baik dalam Agama Islam
Dalam Agama islam, niat itu sangatlah penting. seseorang yang melakukan pekerjaan dengan tanpa niat, maka yang ia peroleh hanyalah pekerjaan terebut, tetapi berbeda kalau ia melakukannya dengan disertai niat. seperti yang di sabdakan oelh nabi Muhammad SAW dalam kitab Arba'in Nawawi, Karya Imam Nawawi yang berbunyi
إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ مانوى 
Artinya: Setiap Berbuatan/Pekerjaan itu dengan niat, dan setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang ia niatkan.
dari hadits diatas rosulullah menjelaskan kepada kita semua tentang pentingnya kita berniat dalam melakukan sesuatu, karena semua amal ibadah/ perbuatan manuasia itu dihitung dari niatnya. semisal saja kita tidur tapi kita tidur dan kita niatkan agar  nanti dalam beribadah tidak mengantuk, maka hal itu un sudah bernilai ibadah. Berbeda lagi kalau kita hanya tidur tanpa berniat sesuatu, maka yang kita dapatkan hanyalah tidur itu saja, tanpa kita mendapatkan pahala niat kita. selain itu setelh kita berniat tidur kitapun dihitung sebagai ibadah, tidak hanya dinilai tidur saja tapi juga dinilai ibadah.
Sedikit saya mengutip dalam Kitab An Niyyat, Karya Assayyid Assyariif Al fadhil Muhammad Bin 'alawi Alaidrus, tentang begitu pentingnya niat, Dalam Kitab tersebut dijelaskan
نية المؤمنين خير من عمله، وذلك لأن النية عمل القلب، والقلب أشرف من الجوارح فكان عمله خيرا من عملها، ولأن النية تنفع بمجرّدها، و أعمال الجوارح بدون النية لا نفع له
نية المؤمنين خير من عمله، Lafadz Ini merupakan hadits nabi yang mengatakan bahwa niat seorang mukmin itu lebih baik dari pada perbuatannya, dijelaskan oleh Assayyid Assyariif Al fadhil Muhammad Bin 'alawi Alaidrus karena niat itu adalh perbuatannya/pekerjaannya hati, dan hati itu lebih mualia dari الجوارح (Anggota badan), oleh karenanya pekerjaan hati itu lebih mulia dari pada pekerjaannya anggota badan. dan juga dikarenakan niat itu dapat bermanfaat dengan sendirinya, (tanpa disertai perbuatan  niat sudah dapat bermanfaat) dan perbuatan anggota badan itu tidak bisa bermanfaat tanpa adanya niat (perbuatan tanpa disertai niat akan sia sia, seperti kalau kita sholat tanpa berniat maka tidak akan sah sholat kita)
oleh karena begitu pentingnya niat maka dalam disini nanti kami akan sedikit menjelaskan niat niat yang pas dalam keseharian kita, agar keseharian kita dapat bermanfaat tidak hanya dari segi dhohirnya saja tapi juga dapat menjadikan Amal/perbuatan kita lebih barokah yang kan kami Ambil dari kitab karya ssayyid Assyariif Al fadhil Muhammad Bin 'alawi Alaidrus.
Banyak kekurangan mohon kritikan agar kita semua tidak slah kaprah, dan kita dapat memperbaikinya sehingga kita termasuk orang yang untung karena dengan begitu kita akan menjadi lebih baik dari hari kemarin, Saran dan Kritik Sangat penulis Harapkan Untuk Kemajuan. 
Wallahu a'lam Bisshowab

Saturday, 30 May 2015

Makalah Statistika, Uji Rank Spearman

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Statistika adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data. Atau dengan kata lain, statistika menjadi semacam alat dalam melakukan suatu riset empiris.Dalam menganalisis data, para ilmuwan menggambarkan persepsinya tentang suatu fenomena. Deskripsi yang sudah stabil tentang suatu fenomena seringkali mampu menjelaskan suatu teori. (Walaupun demikian, orang dapat sajaberargumentasi bahwa ilmu biasanya menggambarkanbagaimana sesuatu itu terjadi, bukannya mengapa). Penemuan teori baru merupakan suatu proses kreatif yang didapat dengan cara mereka ulang informasi pada teori yang telah ada atau mengesktrak informasi yang diperoleh dari dunia nyata. Pendekatan awal yang umumnya digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena adalah statistikadeskriptif.
Di Indonesia Pengantar Statistika telah dicantumkan dalam kurikulum Matematika Sekolah Dasar sejak tahun1975. Hal itu disebabkan karena sekitar lingkungan kita berada selalu berkaitan dengan Statistik. Misalnya di kantor kelurahan kita mengenal statistik desa, di dalamnya memuat keadaan penduduk mulai dari banyak penduduk, pekerjaanya, banyak anak, dan sebagainya.
Dan banyaknya cara yang ditemukan untuk menghitung uji statistik, sehingga penting bagi kita mempelajarinya khususnya cara menghitung uji statistik dengan cara Spearman Rho.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari Rank Spearman corelation?
2.      Bagaimana Langkah  - langkah penggunaan rank spearman corelation ?
3.      Bagaimana Contoh perhitungan rank spearman corelation?
C.     Tujuan Pembahasan
1.      Agar kita tahu tentang rank spearman corelation
2.      Agar kita tahu langkah langkah penggunaan rank spearman corelation
3.      Agar kita bisa cara perhitungan dengan menggunakan rank spearman corelation.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Rank Spearman Corelation
Korelasi Spearman merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif dua variabel bila datanya berskala ordinal (ranking). Nilai korelasi ini disimbolkan dengan  (dibaca: rho). Karena digunakan pada data berskala ordinal, untuk itu sebelum dilakukan pengelolahan data, data kuantitatif yang akan dianalisis perlu disusun dalam bentuk ranking.
Nilai korelasi Spearman berada diantara -1 <  < 1. Bila nilai = 0, berarti tidak ada korelasi atau tidak ada hubungannya antara variabel independen dan dependen. Nilai  = +1 berarti terdapat hubungan yang positif antara variabel independen  dan dependen. Nilai  = -1 berarti terdapat hubungan yang negatif antara variabel independen  dan dependen. Dengan kata lain, tanda “+” dan “-“ menunjukkan arah hubungan di antara variabel yang sedang dioperasikan.
Uji signifikansi Spearman menggunakan uji Z karena distribusinya mendekati distribusi normal. Kekuatan hubungan antara variabel ditunjukkan melalui nilai korelasi. Berikut adalah tabel nilai korelasi makna nilai tersebut :
No
Nilai
Makna
1
0,00 – 0,19
Sangat rendah/lemah
2
0,20 – 0,39
Rendah/lemah
3
0,40 – 0,59
Sedang
4
0,60 – 0,79
Tinggi/kuat
5
0,80 – 1,00
Sangat Tinggi/ kuat
            Tabel 1. Nilai korelasi makna rank spearman
B.     Langkah Langkah Penggunaan Rank Spearman Corelation
Langkah – langkah untuk menghitung  adalah :
a.       Menentukan formulasi hipotesis (H1 dan H0)
b.      Menentukan taraf nyata (α = 0,05) untuk menentukan  tabel
c.       Menyusun tabel penolong untuk menentukan  hitung
d.      Menghitung nilai  hitung dengan rumus :
Bila hitung > tabel, maka H1 diterima
Bila hitung < tabel, maka H0 diterima
e.       Melakukan uji signifikansi menggunakan uji Z

C.     Contoh Penggunaan Rank Spearman corelation
Ada 10 orang responden yang diminta untuk mengisi daftar pertanyaan tentang Motivasi dan Prestasi dalam sebuah kantor. Jumlah responden yang diminta mengisi daftar pertanyaan itu 10 karyawan, masing-masing diberi nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10. Nilai yang diberikan oleh kesepuluh responden tentang Motivasi dan Prestasi itu diberikan pada contoh berikut. Yang akan diketahui adalah apakah ada hubungan antara Motivasi dengan Prestasi.
Berdasarkan hal tersebut maka:
1.                  Judul penelitian adalah : Hubungan antara Motivasi dengan Prestasi.
2.                  Variabel penelitiannya adalah : nilai jawaban dari 10 responden tentang Motivasi (Xi) dan Prestasi (Yi)
3.                  Rumusan masalah: apakah ada hubungan antara variabel Motivasi dan Prestasi?
4.                  Hipotesis:
Ho: tidak ada hubungan antara variabel Motivasi dan Prestasi.
Ha: ada hubungan antara variabel Motivasi dan Prestasi
5.                  Kriteria Pengujian Hipotesis
§  Ho ditolak   bila harga ρ hitung > dari ρ tabel
§  Ho diterima bila harga ρ hitung ≤ dari ρ tabel
Penyajian data
Jawaban responden yang telah terkumpul ditunjukkan pada Tabel 1 berikut ini:
Tabel 2. Data Motivasi Dan Prestasi
Nomor responden
motivasi
prestasi
1
9
8
2
6
7
3
5
6
4
7
8
5
4
5
6
3
4
7
2
2
8
8
9
9
7
8
10
6
6

6.                   Perhitungan untuk pengujian Hipotesis
            Data tersebut diperoleh dari sumber yang berbeda yaitu Motivasi (Xi) dan Prestasi (Yi). Karena sumber datanya berbeda dan berbentuk ordinal, maka untuk menganalisisnya digunakan Korelasi Rank yang rumusnya adalah:
                   
Korelasi Spearman rank bekerja dengan data ordinal. Karena jawaban responden merupakan data ordinal, maka data tersebut diubah terlebih dahulu dari data ordinal dalam bentuk ranking yang caranya dapat dilihat dalam Tabel 3.
Bila terdapat nilai yang sama, maka cara membuat peringkatnya adalah: Misalnya pada Xi nilai 9 adalah peringkat ke 1, nilai 8 pada peringkat ke 2, selanjutnya disini ada nilai 7 jumlahnya dua. Mestinya peringatnya kalau diurutkan adalah peringkat 3 dan 4. tetapi karena nilainya sama, maka peringkatnya dibagi dua yaitu: (3 + 4) : 2 = 3,5. akhirnya dua nilai 7 pada Xi masing-masing diberi peringkat 3,5. Selanjutnya pada Yi disana ada nilai 8 jumlahnya tiga. Mestinya peringkatnya adalah 2, 3 dan 4. Tetapi karena nilainya sama maka peringkatnya dibagi tiga yaitu: (2 + 3 + 4) : 3 = 3. Jadi nilai 8 yang jumlahnya tiga masing-masing diberi peringkat 3 pada kolom Yi. Selanjutnya nilai 7 diberi peringkat setelah peringkat 4 yaitu peringkat 5. Lanjutkan saja
Nomor Responden
Nilai Motivasi Resp. I (Xi)
Nilai Prestasi dari Resp.  II (Yi)
Peringkat (Xi)
Peringkat (Yi)
bi
bi2
1
9
8
1
3
-2
4
2
6
7
5,5
5
0,5
0,25
3
5
6
7
6,5
0,5
0,25
4
7
8
3,5
3
0,5
0,25
5
4
5
8
8
0
0
6
3
4
9
9
0
0
7
2
2
10
10
0
0
8
8
9
2
1
1
1
9
7
8
3,5
3
0,5
0,25
10
6
6
5,5
6,5
-1
1
0
7
                                   
Selanjutnya harga bi2 yang telah diperoleh dari hitungan dalam tabel kolom terakhir dimasukkan dalam rumus korelasi Spearman Rank :
ρ = 1 – 6.7 : ( 10 x 102 -1 ) = 1 – 0,04 = 0,96
Sebagai interpretasi, angka ini perlu dibandingkan dengan tabel nilai-nilai ρ(dibaca: rho) dalamTabel 4. Dari tabel itu terlihat bahwa untuk n = 10, dengan derajat kesalahan 5 % diperoleh harga 0,648 dan untuk 1 % = 0,794. Hasil ρ hitung ternyata lebih besar dari ρ tabel
Derajat kesalahan 5 %…..  0,96 >  0,648
Derajat kesalahan 1 %…..  0,96 > 0,794
Hal ini berarti menolak Ho dan menerima Ha.
Kesimpulan :
Terdapat hubungan yang nyata/signifikan antara Motivasi (Xi) dengan Prestasi (Yi).  Dalam hal ini hipotesis nolnya (Ho) adalah: tidak ada hubungan antara variabel Motivasi (Xi) dengan Prestasi (Yi). Sedangkan hipotesis alternatifnya (Ha) adalah:terdapat  hubungan yang positif dan signifikan  antara variabel Motivasi (Xi) dengan Prestasi (Yi). Dengan demikian hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Atau dengan kata lain bahwa variabel Motivasi mempunyai hubungan yang signifikan dengan Prestasi.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
a.       Korelasi Spearman merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif dua variabel bila datanya berskala ordinal (ranking). Nilai korelasi ini disimbolkan dengan  (dibaca: rho). Karena digunakan pada data berskala ordinal, untuk itu sebelum dilakukan pengelolahan data, data kuantitatif yang akan dianalisis perlu disusun dalam bentuk ranking
b.      Langkah – langkah untuk menghitung  adalah :
·         Menentukan formulasi hipotesis (H1 dan H0)
·         Menentukan taraf nyata (α = 0,05) untuk menentukan  tabel
·         Menyusun tabel penolong untuk menentukan  hitung
·         Menghitung nilai  hitung dengan rumus :
·        
Bila hitung > tabel, maka H1 diterima
Bila hitung < tabel, maka H0 diterima
·         Melakukan uji signifikansi menggunakan uji Z

B.     Saran
            Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami.

Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan memakluminya, karena kami adalah hamba Allah yang tak luput dari salah khilaf, Alfa dan lupa.