Thursday, 10 July 2014

KISAH - KISAH HIKMAH


ANTARA CINTA, SUKSES DAN KAYA

Seorang wanita yang keluar rumah, mendapati di halaman depan rumahnya, ada tiga kakek berjenggot putih dan panjang.
"Saya kira, saya tidak kenal kalian, tapi kalian pasti lapar. Silahkan masuk untuk makan," kata wanita itu.
"  Apakah suamimu ada di rumah?”. Tanya mereka.
“ tidak,” jawab wanita itu, “ ia sedang keluar ”
“ kalau demikian kami tidak bisa masuk,” kata mereka.
Ketika hari telah sore dan suaminya telah datang, wanita itu bercerita kepadanya tentang apa yang terjadi di rumahnya.
“ beritahu mereka, aku telah datang dan mereka dipersilahkan masuk,” kata suaminya.
Wanita itu lalu keluar untuk mengundangnya.
 “ kami tidak masuk rumah bersama – sama,“ jawab mereka.
“ mengapa demikian,?” tanya wanita itu.
Salah seorang dari mereka berkata, “ nama dia KAYA, “ katanya sambil menunjuk salah seorang temannya, lalu ia menunjuk temannya yang lain, “Nama dia SUKSES, dan aku sendiri bernama CINTA.
Ia kemudian melanjutkan, “ Naah, sekarang bicarakan dengan suamimu, siapa diantara kita yang akan kalian undang ke dalam rumah kalian.”
Wanita itu masuk lagi lalu menceritakan kepada suaminya. Suaminya merasa heran, “Wow ...., alanhkah anehnya. Kalau demikian, marilah kita undang KAYA. Biarkan dia masuk dan mengisi rumah kita dengan kekayaan.”
Tapi istrinya tidak setujuh
“ Sayang.... mengapa tidak kita undang saja SUKSES?” kata istrinya.
Menantu perempuan mereka yang sejak tadi mendengarkan dari sudut rumah mengusulkan, “ apakah tidak lebih baik kita undang CINTA? Rumah kita nanti akan dipenuhi oleh cinta.”
“Benar! mari kita ikuti saran menantu kita,” kata sang suami kepada istrinya. “ panggilah cinta untuk menjadi tamu kita!”
Sang istri alu keluar dan bertanya, “ siapa diantara kalian yang bernama cinta? Masuklah dan jadilah tamu kami!”
CINTA bangun dan berjalan kearah ruma. Kedua orang tua yang lain bangkit dan mengikuti CINTA. Meras heran, wanita itu bertanya kepada KAYA dan SUKSES. “ aku hanya mengundang cinta, mengapa kalian berdua ikut masuk?”
Mereka berkata,” kalau kau mengundang KAYA atau SUKSES, maka dua orang dari kami akan tetap tinggal di luar. Tetapi karena kau mengundang CINTA, kemanapun ia pergi, kami berdua akan selalu mengikutinya.” (Author unknown)



Sunday, 6 July 2014

MAKALAH PAI MTS/MA, SKI DAN METODE PEMBELAJARANYA



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Sejarah merupakan pengetahuan mengenai kejadian kejadian, peristiwa-peristiwa dan keadaan manusia di masa lampau dan ada kaitannya dengan keadaan masa kini. Sejarah juga merupakan pengetahuan tentang hukum-hukum yang tampak menguasai kehidupan masa lampau, yang diperoleh melalui penyelidikan dan analisis atau peristiwa-peristiwa masa lampau.
Sejarah peradaban Islam diartikan sebagai perekembangan atau kemajuan kebudayaan Islam dalam perspektif sejarahnya, dan peradaban Islam. Dalam perspektif Islam, manusia sebagai pelaku sekaligus pembuat peradaban memiliki kedudukan dan peran inti. Kedudukan dan posisi manusia di kisahkan dalam Al Qur’an diantaranya: manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna dan paling utama Allah berfirman: “Dan Sesungguhnya Telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang Sempurna atas kebanyakan makhluk yang Telah kami ciptakan”.
Oleh karena itu di sini penulis akan membahas tentang metode mengajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) secara lebih rinci lagi
B. Rumusan Masalah
1.      Apa pengertia SKI ?
2.      Apa ruang lingkup SKI di SMA?
3.      Apa SK dan KD aspek SKI di SMA?
4.      Apa fungsi mempelajari SKI?
5.      Apa saja metude metode pembelajaran SKI di SMA?



BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian SKI
Pengertian sejarah secara etimologis, berasal dari bahasa arab “syajaroh” yang mempunyai arti “pohon kehidupan” , dan yang kita kenal dalam bahasa ilmiah yakni history. Makna sejarah itu mempunyai dua konsep yaitu: petama, konsep sejarah yang memberikan pemahaman akan arti objektif tentang masa lampau. Kedua, sejarah menunjukkan maknanya yang subjektif, karena masa lampau tersebut telah menjadi sebuah kisah atau cerita.
Sejarah kebudayaan (peradaban) Islam diartikan sebagai perkembangan atau kemajuan kebudayaan islam dalam perspektif sejarahnya, dan sejarah islam mempunyai berbagai mcam pengertian lain, diantaranya : pertama, sejarah sejarah peradaban islam merupakan kemajuan tingkat kecerdasan akal yang dihasilkan dalam satu periode kekuasaan islam mulai periode nabi muhammad sampai periode kekuasaan islam sekarang. Kedua, sejarah peradaban islam merupakan hasil yang dicapai olh umat islam dalam lapangan kesustraan, ilmu pengetahhuan, dan kesenian. Ketiga, sejarah peradaban islam merupakan kemajuan politik atau kekuasaan islam yang berperan melindungi pandangan hidup islam terutama dalam hubungannya dengan ibadah – ibadah, penggunaan bahasa, dan kebiasaan hidup bermasyarakat.
Sedangkan SKI adalah singkatan dari sejarah kebudayaan islam yang merupakan sebuah mata pelajran pendidikan agama islam yang diarahkan untuk mengenal, memahami, menghayati sejarah Islam, yng kemudian menjadi dasar pandangan hidup (way of life) melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, keteladanan, penggunaan pengalaman dan pembiasaan.   
B.     Ruang Lingkup Aspek SKI di Sekolah Menengah Pertama (SMA)
Pengertian dari Ruang lingkup adalah Batasan. Ruang lingkup juga dapat dikemukakan pada bagian variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Penggambaran Ruang lingkup Dapat Kita Nilai Dari data karakteristik responden perlu dilakukan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif tentang bagaimana keadaan responden penelitian kita, yang boleh jadi diperlukan untuk melihat data hasil pengukuran variabel-variabel yang diteliti.
Adapun ruang ingkup pelajaran PAI aspek SKI di sekoah menengah atas (SMA) adalah sebagai berikut:
1.    Sejarah nabi muhammad pada periode makkah, yakni mulai dari sejarahnya nabi muhammad mendakwahkan agama islam di kota makkah.
2.    Sejarah nabi muhammad pada periode madinah, ini menjelaskan sejarah hijrohnya nabi muhammad dan awal mula munculnya islam di kota madinah
3.    Perkembangan agama Islam di Indonesia, menjelaskan awal mula tersebarnya agama islam di indonesia yang dibawa oleh para wali
4.    Perkembangan agama islam di dunia, sejarah tersebarnya agama islam sampai ke seluruh dunia.
C.     Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SKI di SMA
Kelas X semester I
1.      Memahami keteladanan rosu lullah dalam membina umat periode makkah. 
1.1. Menceritakan sejarah dakwah rosulullah shalla allahu ‘alaihi wa sallam periode makkah.
1.2.Mendeskripsikan subtansi dan strategi dakwah rosulullah shalla allahu ‘alaihi wa sallam periode makkah

Kelas X Semester II
1.      Memahami ketelaanan rosulullah shalla allahu ‘alaihi wa sallam  dalam membina ummat periode madinah.
1.1.Menceritakan sejarah dakwah rosulullah shalla allahu ‘alaihi wa sallam  periode madinah
1.2. Mendeskripsikan strategi dakwah rosulullah shalla allahu ‘alaihi wa sallam periode madinah.

Kelas XI Semester I
1.      Memahami perkembangan islam pada abad pertengahan (1250 – 1800)
1.1.Mejelaskan perkembangan islam pada abad pertengahan
1.2.Menyabut contoh peristiwa perkembangan islam pada abad pertengahan

Kelas XI Semester II
1.      Memahami perkembangan islam pada masa modern (1800 – sekarang )
1.1.Menjelaskan perkembangan islam pada masa modern
1.2.Menyebukan contoh peristiwa perkembangan islam pada masa modern

Kelas XII Semesrter I
1.      Memahami perkembangan islam di Indonesia
1.1.Menjelaskan perkembangan islam di Indonesia
1.2.Menampilakan contoh perkembangan islam di Indonesia
1.3.Mengambil hikmah dari perkembangan islam di Indonesia

Kelas XII Semester II
1.      Memahami perkembangan islam di Dunia
1.1.Menjelaskan perkembangan islam di dunia
1.2.Menampilkan contoh perkembangan islam di dunia
1.3.Mengambil hikamh dari perkembangn islam di dunia

D.     Fungsi Mempelajari SKI
Adapun fungsi mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam antara lain:
a.       Fungsi edukatif
Sejarah menegaskan kepada peserta didik tentang keharusan menegakkan nilai, prinsip, sikap hidup  yang luhur dan Islami dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
b.      Fungsi keilmuan
Melalui sejarah, peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai  tentang masa lalu Islam dan kebudayaannya.
c.       Fungsi  transformasi
Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam proses transformasi masyarakat.
            Dapat disimpulkan bahwa Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) ialah suatu yang membicarakan segala hal kehidupan pada masa lalu, yang merupakan penjelmaan kerja jiwa muslim yang didasari dan mencerminkan ajaran Islam dalam arti luas. Sejarah Kebudayaan Islam merupakan salah satu bagian yang penting dalam pendidikan agama islam. Dengan dipelajarinya SKI di sekolah diharapkan siwa pada akhirnya dapat mengenal, memahami, bahkan menghayati kebudayaan Islam itu sendiri.
            Sejarah Kebudayaan Islam bukan hanya sebagai fakta sejarah  dalam dunia Islam, SKI itu sendiri merupakan pendidikan nilai yang dapat digunakan untuk membangun peradaban Isalam di masa depan menjadi lebih baik. Jadi SKI tidak hanya sebagai pengetahuan yang dipelajari di sekolah semata. Sejarah menegaskan kepada peserta didik tentang keharusan menegakkan nilai, prinsip, sikap hidup  yang luhur dan Islami dalam menghadapi kehidupan sehari-hari, dan melalui sejarah peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai  tentang masa lalu Islam dan kebudayaannya.
E.      Metode metode pembelajaran SKI
Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Jadi metode bisa juga berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran

1.      Metode Ceramah.
Metode ceramah ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan melalui penuturan (penjelasan lisan) oleh guru kepada siswa. Dalam metode ceramah proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru umumnya didominasi dengan cara ceramah. Jadimelalui metode ceramah ini guru menceritakan/menyampaikan kejadian-kejadian masa lampau dan menjelaskan hikmah apa yang bisa diambil dari sejarah tersebut.
2.      Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi yang ada dalam pelajaran SKI. Metoda Tanya Jawab akan menjadi efektif bila materi yang menjadi topik bahasan menarik, menantang dan memiliki nilai aplikasi tinggi. Pertanyaaan yang diajukan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban), serta disajikan dengan cara yang menarik.
3.      Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah.
4.      Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda yang sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda baik yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan.
Demonstrasi akan menjadi aktif jika dilakukan dengan baik oleh guru dan selanjutnya dilakukan oleh siswa. Metoda ini dapat dilakukan untuk kegiatan yang alatnya terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang oleh siswa.
5.      Metode Timeline (Garis Waktu)
Metode ini tergolong tepat untuk pembelajaran sejarah karena di dalamnya termuat kronologi terjadinya peristiwa. Dengan metode ini, peserta didik bisa melihat urutan kejadian dan akhirnya juga bisa menyimpulkan hukum-hukum seperti sebab akibat dan bahkan bisa meramalkan apa yang akan terjadi dengan bantuan penguasaan Timeline beserta rentetan peristiwanya.
Timeline dipakai untuk melihat perjalanan dan perkembangan satu kebudayaan oleh karena itu dia bisa dibuat panjang atau hanya sekedar periode tertentu. Timeline untuk sejarah kebudayaan Islam bisa dibuat mualai dari zaman Jahiliyah menjelang Islam. hadir sampai pada saat ini; timeline juga hanya bisa dibuat menggambarkan perjalanan peristiwa dalam satu kurun atau periode tertentu. Ini adalah metode survey sejarah yang sangat baik karena peserta didik akan melihat benang merah atau hubungan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.
Langkah-langkah:
a.       Samaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik dalam pembelajaran hari itu.
b.      Tunjukkan pentingnya mempelajari sejarah melalui timeline.
c.       Buat timeline dengan cara menarik garis lurus horizontal dan menuliskan waktu tertentu dan beberapa kejadian penting yang terjadi di dalamnya. Waktu berikutnya juga ditulis seperti cara titik waktu pertama dan begitu terus sampai pada waktu tertentu yang sesuai dengan materi pembelajaran. Berikut ini adalah dua contoh timeline yang dibuat dengan cara yang sedikit berbeda pada masa nabi sampai menjelang hijrah.Timeline yang pertama ditulis dengan format satu tahun satu peristiwa penting.Timeline yang kedua memungkinkan satu tahun memuat banyak peristiwa penting secara simultan.
d.      Jelaskan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada tahun-tahun tertentu dan menjelaskan hubungannya dari tahun ke tahun.
e.       Adakan tanya jawab mengenai peristiwa-peristiwa dan hubungannya satu dengan yang lain.
f.        Buat kesimpulan.
g.       Minta peserta didik untuk membuat timeline yang berhubungan dengan mereka masing-masing mulai dari lahir sampai saat ini.
Pengembangan:
a.       Guru bisa meminta peserta didik untuk mengisi tahun atau peristiwa-peristiwa sejarah dari format timeline yang disediakan. Hal ini sangat penting dipakai untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami peristiwa sejarah dan bagaimana mereka mengakaitkan satu peristiwa dengan lainnya.
b.      Guru juga bisa meminta siswa membuat timeline untuk sejarah keluarga masing-masing, mulai dari pernikahan orang tua sampai waktu sekarang. Hal ini dimaksudkan untuk melatih ketrampilan berpikir sejarah yang kronologis. Di samping itu, peserta didik juga bisa menghargai sejarah keluarga dan dirinya.
6.      Metode Concept Map (Peta Konsep)
Peta konsep adalah cara yang praktis untuk mendeskripsikan gagasan yang ada dalam benak. Nilai praktisnya terletak pada kelenturan dan kemudahan pembuatannya. Guru bisa memanfaatkan peta konsep untuk dijadikan sebagai metode penyampaian materi sejarah. Penyampaian materi dengan peta konsep akan memudahkan siswa untuk mengikuti dan memahami alur sejarah dan memahami secara menyeluruh. Peserta didik sendiri nantinya yang akan membuat kaitan antara satu konsep dengan lainnya. Peta konsep sangat tepat dipakai untuk pembelajaran sejarah karena banyak konsep yang harus dikuasai oleh siswa untuk mengembangkan proses berpikir. Dengan peta konsep, peserta didik tidak akan mengingat dan menghafal materi sejarah secara verbatim, kata per-kata. Mereka punya kesempatan untuk membangun kata-kata mereka sendiri untuk menjelaskan hubungan satu konsep dengan lainnya.
Di samping itu, Peta konsep bisa mengatasi hambatan verbal atau bahasa untuk menyampaikan gagasannya dan dalam saat yang sama bisa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang pada akhirnya akan mendorong kemampuan verbalnya, penggunaan kata-kata untuk menyampaikan gagasannya.
Terkadang istilah Peta Konsep (Concept Map) disejajarkan dengan Peta Pikiran (Mind Map). Keduanya memang mempunyai kesamaan dalam hal pembuatannya; keduanya menggunakan cara kerja pembuatan peta. Sedikit perbedaan yang bisa digaris bawahi adalah bahwa Peta Pikiran lebih cenderung dipakai untuk menyampaikan gagasan-gagasan ilmiah yang menjadi kesepakatan umum, sementara itu, Peta Pikiran lebih bersifat personal, yaitu untuk menggambarkan ide-ide atau segala yang ada dalam pikiran seseorang. Peta pikiran merupakan metode yang sangan bagus untuk mencurahkan gagasan.
`           Langkah-langkah:
a.       Jelaskan tujuan pembelajaran dan sebutkan jenis kompetensi yang harus dikuasai peserta didik.
b.      Kaitkan materi yang akan dipelajari dengan keadaan peserta didik dan tunjukkan pentingnya mempelajari materi sejarah ini untuk kehidupan mereka.
c.       Tunjukkan pentingnya cara belajar dengan Peta Konsep dan berikan contoh-contohnya, artinya cukup tulisan setiap gagasan yang ada dalam pikiran ke dalam papan atau kertas. Minta semua peserta didik untuk menuliskan satu kata, konsep, gagasan, atau perasaan yang sekarang dirasakan. Dan tanyakan diakhir pelajar kenapa mereka menuliskannya dan diskusikan sebentar.
d.      Buat sebuah gambar yang melambangkan topik utama sekaligus merupakan garis besar di tengah atau di atas kertas kalau hubungan antar konsepnya bersifat hirarkis, seperti silsilah keturunan. Setiap kali membuat gambar atau garis, jelaskan maksud dan hubungannya.
e.       Buat garis tebal berlekuk-lekuk yang menyambung dari gambar di tengah kertas ke masing-masing cabang untuk setiap ide utama yang ada atau sebagai subjek. Cabang utama dalam mind map melambangkan sub topik utama.
f.        Beri nama pada setiap ide di atas atau boleh juga menambahkan gambar-gambar kecil mengenai masing-masing ide tersebut. Hal ini dilakukan untuk merangsang penggunaan kedua sisi otak.
g.       Dari setiap ide yang ada, tarik garis penghubung lainnya, yang menyebar seperti cabang-cabang pohon. Kemudian tambahkan buah pikiran ke setiap ide tadi. Cabang-cabang tambahan ini melambangkan detail-detail yang ada.
h.       Buat kelompok untuk mendiskusikan Peta Konsep yang dibuat guru dipapan tulis dan minta salah satu dari masing-masing kelompok menjelaskan atau membaca Peta Konsep itu dalam kelompoknya secara bergantian.
Pengembangan:
1.      Guru bisa meminta siswa untuk membuat peta konsep sendiri untuk mendeskripsikan silsilah keluarganya. Di pertemuan berikutnya, cara pembuatan konsep tersebut didiskusikan. Materi yang didiskusikan adalah bagaimana peserta didik bisa mengetahui silsilah keluarganya; siapa saja yang dijadikan sumbernya. Dengan cara pembelajaran seperti ini, peserta didik tidak hanya mengetahui dan menghafal sejarah orang lain tapi juga mereka bisa melakukan cara berpikir sejarah untuk menuliskan silsilah sejarahnya sendiri.
2.      Guru juga bisa meminta siswa untuk membuat Peta Konsep dari beberapa materi yang dianggap dasar dan harus mereka kuasai.
7.       Role Playing (Bermain Peran)
Bermain peran bisa berbentuk memerankan dialog tokoh-tokoh dalam sejarah atau memerankan diri atau kelompok sebagai ahli sejarah. Bentuk yang pertama bisa mengajak peserta didik untuk menjiwai karakter atau tokoh sejarah. Dengan cara ini, siswa merasakan dirinya sebagai aktor sejarah dan akan sangat berkesan bagi mereka. Dialog-dialog yang dipakai diusahakan untuk sederhana dengan tanpa meninggalkan gagasan-gagasan utamanya.
Langkah-langkah:
1.      Susun/siapkan skenario beberapa hari minimal satu minggu sebelum tatap muka.
2.      Tunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kegiatan pembelajaran.
3.      Bentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 siswa atau sesuai dengan kebutuhan.
4.      Beri penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai.
5.      Panggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk memainkan skenario yang sudah dipersiapkan.
6.      Minta masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan.
7.      Beri kertas kepada peserta didik sebagai audiens setelah selesai pementasan untuk membahas masalah yang diangkat.
8.      Minta masing-masing masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya.
9.      Berikan kesimpulan secara umum.
Pengembangan:
1.      Setelah kegiatan bermain peran usai, guru bisa meminta peserta didik yang memainkan peran untuk merefleksikan apa yang mereka alami dan rasakan saat mempersiapkan dan memerankan tokoh sejarah tersebut.
2.      Bermain peran bisa dilaksanakan untuk kelas terbuka, terutama setelah melakukan banyak latihan dan peserta didik meras percaya diri untuk naik ke pentas memerankan dialog-dialog dan kejadian sejarah lainnya.
8.       Active Knowledge Sharing (Aktif Berbagi Pengetahuan)
Ini adalah satu yang dapat membawa peserta didik untuk siap belajar dengan efektif dan melibatkan unsur afektif. Metode ini dapat digunakan untuk melihat tingkat kemampuan siswa di samping untuk membentuk kerja-sama kelompok.
Langkah-langkah:
1.      Siapkan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan. Pertanyaan itu bisa menyangkut:
a.       Definisi suatu istilah
b.      Pertanyaan dalam bentuk Pilihan Ganda
c.       Mengidentifikasi tokoh sejarah
d.      Menanyakan sikap atau tindakan yang harus dilakukan
e.       Melengkapi kalimat, dll
2.      Minta peserta didik untuk menjawab dengan sebaik-baiknya.
3.      Minta peserta didik untuk mencari teman yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak diketahui. Tekankan pada mereka untuk saling membantu.
4.      Minta peserta didik untuk kembali ke tempat duduk masingmasing.
5.      Periksa jawaban siswa, klarifikasi kalau ada jawaban kurang tepat dan jawab pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.
Pengembangan
Guru bisa mengkombinasi metode ini dengan Binggo, yaitu mengisi matrik atau kotak-kotak yang berupa informasi yang harus diisi oleh peserta didik. Mereka yang selesai mengisi semua kotak tersebut bilang “Bingo”!



BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
1.      Pengertian Sejerah Kebudayaan Islam
Sejarah  secara etimologis, berasal dari bahasa arab “syajaroh” yang mempunyai arti “pohon kehidupan”. Sedangkan SKI adalah singkatan dari sejarah kebudayaan islam yang merupakan sebuah mata pelajran pendidikan agama islam yang diarahkan untuk mengenal, memahami, menghayati sejarah Islam, yng kemudian menjadi dasar pandangan hidup (way of life) melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, keteladanan, penggunaan pengalaman dan pembiasaan
2.      Ruang lingkup SKI di SMA
a.       Sejarah nabi muhammad pada periode makkah
b.      Sejarah nabi muhammad pada periode madinah
c.       Perkembangan agama Islam di Indonesia
d.      Perkembangan agama islam di dunia
3.      SK dan KD Aspek SKI di SMA
a.       Memahami keteladanan rosulullah dalam membina ummat periode makkah
b.      Memahami keteladanan rosulullah dalam membina ummat periode madinah
c.       Memahami perkembangnan islam abad pertengahan
d.      Memahami perkembangnan islam pada masa modern samapi sekarang
e.       Memahami perkembangnan islam di indonesia
f.        Memahami perkembangnan islam di Dunia
4.      Fungsi pembelajaran SKI
a.       Fungsi edukatif
Sejarah menegaskan kepada peserta didik tentang keharusan menegakkan nilai, prinsip, sikap hidup  yang luhur dan Islami dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
b.      Fungsi keilmuan
Melalui sejarah, peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai  tentang masa lalu Islam dan kebudayaannya.
c.       Fungsi  transformasi
Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam proses transformasi masyarakat.
5.      Metode metode pembelajaran SKI
a.    Metode ceramah
ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan melalui penuturan (penjelasan lisan) oleh guru kepada siswa
b.    Metode tanya jawab
adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi yang ada dalam pelajaran SKI.
c.    Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka
d.    Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda yang sedang dipelajari
e.    Metode time line adalah metode yang dipakai untuk melihat perjalanan dan perkembangan suatu kebudayaan
f.      Peta konsep adalah cara yang praktis untuk mendeskripsikan gagasan yang ada dalam benak
g.    Role playing adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan, aturan, dan sekaligus melibatkan unsur senang
B.       Kritik dan Saran